HUT RI

Pedagang Bendera Musiman Ini Sudah Keliling Indonesia Selama 25 Tahun

Agus Supandi, seorang penjual bendera di pinggiran Kali Malang ini mengaku sudah berkeliling Indonesia untuk menjajakan dagangannya.

Pedagang Bendera Musiman Ini Sudah Keliling Indonesia Selama 25 Tahun - penjual-bendera-musiman.jpg
Warta Kota/Anggie Lianda Putri
Agus Supandi, seorang penjual bendera di pinggiran Kali Malang, saat ditemui di Jalan Chairil Anwar, Bekasi Timur, Selasa (6/8/2019).
Pedagang Bendera Musiman Ini Sudah Keliling Indonesia Selama 25 Tahun - penjual-bendera-musiman-di-bekasi.jpg
Warta Kota/Anggie Lianda Putri
Penjual bendera musiman di Jalan Chairil Anwar, Bekasi Timur, Selasa (6/8/2019).

Agus Supandi, seorang penjual bendera di pinggiran Kali Malang ini mengaku sudah berkeliling Indonesia untuk menjajakan dagangannya.

Berbekal karung berisi bendera, setiap akhir bulan Juli ia merantau dari kampungnya di Garut.

"Pernah jualan di Pontianak Kalimantan Barat, di Pantai Parangtritis Yogyakarta, di Padang Sumatera Barat, di Salatiga Jawa Tengah, sampai Flores NTT juga pernah," ujar Agus kepada Warta Kota, saat ditemui di Jalan Chairil Anwar, Bekasi Timur, Selasa (6/8/2019).

Namun, tujuh tahun terakhir ia memilih berjualan di Bekasi. Tidak memerlukan biaya yang cukup banyak untuk datang ke Kota Patriot ini.

Pembawa Baki Bendera Pusaka Merah Putih Ditentukan Jelang Perayaan Hari Kemerdekaan

"Pilih Bekasi karena enggak terlalu jauh, cukup naik bus aja. Ongkos juga enggak terlalu mahal," kata Agus.

Tahun ini, ia membawa stok bendera sebanyak empat karung. Setiap satu karung berisi kurang lebih 600 potong bendera.

Harga yang dibandrol bervariasi mulai dari Rp 15.000 sampai Rp 300.000 per potong.

"Kalau yang satuan ini harganya Rp 15.000 dan Rp 30.000, tergantung ukuran. Nah kalau yang disablon gambar Garuda ini Rp 300 .000 per 10 meter," ujar Agus.

Terduga Teroris yang Diciduk di Padang Berencana Serang Polisi saat Upacara Bendera 17 Agustus

Agus tak sendirian berjualan bendera, melainkan bersama saudara dan temannya di sekitar Kali Malang.

"Iya sama teman sama sepupu, kita ngekos di sini. Nanti selesai jualan balik lagi ke Garut," kata Agus.

Bendera yang dijual adalah hasil jahitan sendiri. Kampung tempat asalnya terkenal sebagai konveksi bendera.

"Ini semua jahit sendiri. Satu bendera yang besar butuh waktu dua jam. Kalau yang biasa mah 15 menit paling lama," ujar Agus.

Dalam waktu dua  minggu ini, Agus dapat meraup omzet hingga Rp 35 juta. Pelanggan terbanyaknya adalah perusahaan.a

Penulis: Anggie Lianda Putri
Editor: Ika Chandra Viyatakarti
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved