Berita Tangerang

Gerebek Ruko di Cipondoh, Puluhan Ribu Kosmetik Ilegal Senilai Rp 36,5 Miliar Disita BPOM

Sebanyak 37.643 kosmetik ilegal asal China diamankan BPOM Banten, Polda Metro Jaya dan Dinas Kesehatan di kawasan ruko Green Lake City CBD Tangerang.

Gerebek Ruko di Cipondoh, Puluhan Ribu Kosmetik Ilegal Senilai Rp 36,5 Miliar Disita BPOM
Istimewa
Puluhan ribu kosmetik ilegal disita BPOM Banten dari sebuah ruko di kawasan Green Lake City CBD, Cipondoh, Kota Tangerang, Senin (5/8/2019). 

Sebanyak 37.643 kosmetik ilegal asal China diamankan Balai Pengawasan Makanan dan Obat (BPOM) Banten, Polda Metro Jaya dan Dinas Kesehatan di kawasan ruko Green Lake City CBD, Cipondoh, Kota Tangerang, Senin (5/8/2019).

Kepala BPOM Banten, Sukriadi Darma menjelaskan, puluhan ribu kosmetik ilegal itu terdiri dari 68 merek yang tidak memiliki izin dari BPOM.

Ditambahkan Sukriadi, semua produk obat dan makanan yang masuk ke wilayah Indonesia harus memiliki izin notifikasi dari BPOM.

"Dari hasil penindakan ada 37.643 pieces dari 68 merek kosmetik, salah satunya perias wajah. Nilainya hampir Rp 36,5 miliar," ujar Sukriadi.

Kosmetik ilegal itu ditemukan di gudang penyimpanan yang berada di lantai dua sebuah ruko.

BPOM RI Janji Telusuri Ribuan Produk Kosmetik Ilegal yang Dijual Via Online

Sejumlah karyawan yang berada di lokasi juga diperiksa petugas untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

Sukriadi menambahkan, kosmetik ilegal ini dijual dengan cara online di sebuah e-commerce.

Dari hasil penyelidikan, diketahui bahwa pemilik bisnis yang tidak mendapat sertifikasi dari BPOM ini merupakan warga negara asal tirai bambu berinisial YTT yang masih buron.

Pasalnya, ketika dilakukan penggerebekan, YTT sedang tidak berada di ruko empat lantai itu.

Sebanyak 600 Ribu Kosmetik Ilegal dan Berbahaya Disita Petugas BPOM di Kalideres

"Saat ini pemilik kosmetik tidak berada di tempat dan akan dilakukan pengejaran," jelas Sukriadi.

Pemilik puluhan ribu kosmetik ilegal ini terancam penjara paling lama 15 tahun dan denda paling besar Rp 1,5 miliar dengan sangkaan Pasal 197 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang kesehatan.

Penulis: Zaki Ari Setiawan
Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved