Transportasi

Bus AKAP Bodong Beroperasi di Terminal Pengganti Lebakbulus

Koperasi karyawan bus eks Terminal Lebakbulus mempertanyakan keberadaan puluhan bus antarkota antarprovinsi yang beroperasi tanpa izin.

Bus AKAP Bodong Beroperasi di Terminal Pengganti Lebakbulus
Warta Kota/Dwi Rizki
Sejumlah bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) beroperasi di lahan bakal Terminal Pengganti Lebak Bulus di Jalan Pasar Jumat Raya, tepatnya di sisi selatan Depo MRT Jakarta, Cilandak, Jakarta Selatan pada Senin (5/8/2019). 

Koperasi Karyawan Bus Terminal Lebakbulus memprotes keberadaan puluhan bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) dari perusahaan otobus (PO) baru di Terminal  Bus Lintas Pasar Jumat, Jakarta Selatan.

Kehadiran bus dari PO baru itu dianggap merugiakan PO bus lama yang sebelumnya beroperasi di bekas Terminal Lebakbulus. 

Terminal Bus Lintas Pasar Jumat yang berletak di Jalan Pasar Jumat Raya, di sisi selatan Depo MRT Jakarta, merupakan lokasi pengganti bagi eks Terminal Lebakbulus yang dibongkar pada 2014 lalu. 

Ketua Koperasi Karyawan Bus Terminal Lebakbulus Sumadi mengatakan, perusahaan otobus AKAP eks Terminal Lebakbulus yang terdaftar berjumlah 30 perusahaan.

Banyak Mudik Gratis, Perusahaan Otobus Mengaku Omzet Menurun

Namun, selain 30 perusahaan yang terdaftar itu, puluhan bus dari perusahaan lain saat ini juga beroperasi di Terminal Bus Lintas Pasar Jumat. 

"Seharusnya mereka itu melintas saja, nggak boleh masuk. Karena mereka itu di luar dari 30 PO resmi dari eks Terminal Lebakbulus," ujar Sumadi, Senin (5/8/2019).

Protes serupa juga diungkapkan karyawan perusahaan otobus, Latdin Sihombing. 

Kehadiran puluhan bus dari perusahaan yang tak terdaftar itu dianggap merugikan perusahaan otobus yang resmi beroperasi di terminal bus itu. 

Tiket Pesawat Mahal, Perusahaan Otobus Dapat Berkah: Jumlah Penumpang Bakal Naik

"Makanya bingung juga, banyak PO baru yang bodong. Tapi mereka bebas-bebas aja angkut penumpang, nggak tahu alasannya kenapa. Tapi yang jelas ngerugiin kita (PO) yang memang resmi dan yang sudah didata dari tahun 2014," ujarnya. 

Kepala Terminal Bus Lintas Pasar Jumat Supri Hartono mengatakan, perusahaan otobus baru merupakan pengganti dari perusahaan lama yang tak lagi beroperasi.

Supri mengakui, bus-bus itu tidak memiliki dokumen dan izin trayek tujuan Lebakbulus dari Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan RI.

"Itu semua bus AKAP pengganti PO yang tidak masuk lagi. Memang (tanpa dokumen), tapi kalau hanya melintas sih tidak masalah. Asalkan PO-nya terdaftar di sini," ujarnya, saat dihubungi lewat pesan singkat, Senin (5/8/2019).

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Ika Chandra Viyatakarti
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved