Idul Adha

Seminggu Ini, Hewan Kurban di Depok Segera Diperiksa

Limpa bengkak, ada perkejuan di paru-paru adalah salah satu indikasi penyakit TBC maupun infeksi cacing.

Seminggu Ini, Hewan Kurban di Depok Segera Diperiksa
istimewa
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan DKPPP Kota Depok, Dede Zuraida. (Foto : Diskominfo) depok.go.id 

Seminggu menjelang Idul Adha 1440 Hijriyah, hewan kurban di Depok segera diperiksa kesehatannya.

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan DKP3 Kota Depok Drh. Dede Zuraida menyatakan, pihaknya akan melakukan pemeriksaan kesehatan hewan ternak, khususnya yang akan digunakan untuk qurban.

"Ini untuk mengantisipasi adanya penyakit zoonosis yang bisa menular pada manusia," kata Dede Zuraida, Minggu (4/8/2019).

Menurut dia, zoonosis merupakan penyakit infeksi yang ditularkan di antara hewan dan manusia atau sebaliknya.

VIDEO: Ojol Turun Tangan Jadi Polisi di Pejaten Karena Lampu Lalu Lintas Mati

"Pada H-1 Idul Adha nanti, kami bersama petugas medis maupun dokter hewan, dibantu 65 mahasiswa kedokteran hewan dari Institut Pertanian Bogor (IPB) akan turun mengecek ke lapak-lapak dan titik-titik pada tempat pemotongan," ujarnya.

Dia menyampaikan, pada hari H Idul Adha pihaknya juga akan mengecek kesehatan hewan tersebut, dengan melakukan pemeriksaan antemortem dan postmortem.

Adapun penyakit zoonosis yang perlu diwaspadai pada saat hari pemotongan, diantaranya anthraks.

Ciri-ciri hewan yang terserang penyakit anthraks, jelasnya, adalah keluar darah berwarna hitam dari setiap lubang di tubuh hewan, baik mulut, hidung, telinga dan dubur.

Sudah 51 Tahun Donna Nikah Lagi, Ini Komentar Ricky Harun

"Bila ditemukan hewan dengan ciri-ciri tersebut segera lapor ke DKP3. Dan hewannya pun dilarang untuk di potong ataupun disembelih. Hewan langsung di kubur yang dalam dengan ditaburi kapur agar tidak dimakan oleh orang atau binatang," imbaunya.

Dijelaskan Dede, organ dalam seperti hati, usus, paru, dan limpa, perlu di periksa.

Limpa bengkak, ada perkejuan di paru-paru adalah salah satu indikasi penyakit TBC maupun infeksi cacing.

"Untuk penyakit anthraks semua organ dan daging dilarang untuk dimakan. Ini harus dimusnahkan. Untuk infeksi cacing bisa dimusnahkan sebagian yang menjadi sarang cacing," katanya

VIDEO: Para Menteri Kabinet Kerja Ikut Lomba Makan Kerupuk

Hewan yang terkena penyakit anthraks, jelas Dede, jika dikonsumsi manusia bisa menyebabkan kematian atau terkena penyakit cenang hideung (bisul yang berwana hitam).

"Apabila hewan yang terjangkit penyakit anthraks terlanjur dipotong maka darah yang mencemari tanah akan menjadi tempat (media) bakteri antrhraks untuk berkembang biak, hidup selama puluhan tahun," jelasnya. (gps)

Penulis: Gopis Simatupang
Editor: Ahmad Sabran
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved