Marathon

Panitia Tanggung Biaya 2 Pelari yang Meninggal Dunia, Disayangkan Tak Ada Verifikasi Kesehatan

Panitia Menanggung Biaya 2 Pelari Surabaya Marathon 2019 yang Meninggal Dunia. RSUD Dr Soetomo menyayangkan tak ada verifikasi kesehatan peserta.

Panitia Tanggung Biaya 2 Pelari yang Meninggal Dunia, Disayangkan Tak Ada Verifikasi Kesehatan
KOMPAS.com/GHINAN SALMAN
Jenazah peserta Surabaya Marathon 2019, Husnun Nadhor Djuraid, dibawa masuk ke ambulans untuk dipulangkan ke rumah duka di Malang, Jawa Timur, Minggu (4/8/2019). 

Ke depan, Pemkot Surabaya dan panitia akan kembali melakukan evaluasi-evaluasi, terutama terkait kesiapan para pelari sebelum mengikuti event tahunan ini.

"Terutama bagi (kesehatan) para pelari, tetapi memang selama ini verifikasi sudah dilakukan, sebelum mendapatkan nomor peserta," ucap Fikser.

Sementara itu, Ketua Panitia Surabaya Marathon 2019 Fransisca Budiman menyampaikan, dua pelari yang meninggal dunia tersebut telah dipulangkan ke keluarganya masing-masing.

Ia menambahkan, seluruh biaya serta santunan akan ditanggung oleh pihak panitia penyelenggara Surabaya Marathon 2019.

"Tadi kami mengurus jenazah almarhum sampai dibawa pulang ke rumah duka. Kami juga menanggung semua biayanya juga memberikan santunan di luar asuransi," kata Fransisca.

KRONOLOGI Meninggalnya 2 Pelari Surabaya Marathon 2019, Satu Peserta Warga Kelapa Gading

Ketua Panitia Surabaya Marathon 2019 Fransisca Budiman.
Panitia Tanggung Biaya 2 Pelari yang Meninggal Dunia, Disayangkan Tak Ada Verifikasi Kesehatan. Ketua Panitia Surabaya Marathon 2019 Fransisca Budiman. (KOMPAS.com/GHINAN SALMAN)

RSUD Dr Soetomo Sayangkan Tak Ada Verifikasi Kesehatan

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Soetomo, Surabaya, menyayangkan insiden meninggalnya dua peserta Surabaya Marathon 2019 kategori lari 10 kilometer.

Alasannya, panitia tidak secara detail melakukan pengecekan kondisi kesehatan para peserta, apakah layak mengikuti gelaran tersebut atau tidak.

"Kami tentunya menyayangkan, ini acara kan besar dengan beban fisik yang juga besar. Mestinya panitia penyelenggara membuat satu sistem tentang kelayakan peserta," kata Humas RSUD Dr Soetomo, dr Pesta Parulian, saat dihubungi, Minggu (4/8/2019).

Selain melakukan pemeriksaan kesehatan, lanjut dia, panitia seharusnya memilihkan kategori jarak peserta.

Halaman
123
Editor: Mirmo Saptono
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved