Breaking News:

Pencemaran Lingkungan

Sabtu Pagi Ini, Pegadungan Jakarta Barat Jadi Wilayah dengan Kualitas Udara Terburuk

Akhir-akhir ini udara Ibu Kota diwarnai pemandangan tak sedap mata, yaitu langit yang "berkabut".

Editor: Hertanto Soebijoto
ANTARA FOTO/Wahyu Putro
Dokumentasi pemandangan Monumen Nasional dengan latar belakang gedung bertingkat yang diselimuti asap polusi di Jakarta, Senin (29/7/2019). Data aplikasi AirVisual yang merupakan situs penyedia peta polusi daring harian kota-kota besar di dunia, menempatkan Jakarta pada urutan pertama kota berpolusi sedunia pada Senin (29/7/2019) pagi dengan kualitas udara mencapai 183 atau kategori tidak sehat. 

Akhir-akhir ini udara Ibu Kota diwarnai  pemandangan tak sedap mata, yaitu langit Jakarta yang berkabut.

Tak seperti biasanya, langit Jakarta yang lumayan cerah dan biru, belakangan hari ini sedikit kelabu, dan kadang sampai benar-benar kelabu.

Pemandangan itulah yang mencemaskan kita semua, terutama warga DKI Jakarta.

Tak kurang sampai Presiden Joko Widodo pun ikut urun pendapat, menyikapi buruknya kualitas udara di kota metropolitan Jakarta.

Kawasan Pegadungan Jakarta Barat kembali menjadi wilayah yang memiliki tingkat kualitas udara terburuk di Provinsi DKI Jakarta pada Sabtu (3/8/2019) pagi dengan kategori sangat tidak sehat menurut US Air Quality Index (AQI) atau indeks kualitas udara di angka 222.

 BMKG Sampaikan Perkiraan Waktu Kapan Tsunami Datang, Ikuti Prosedur Ini

 BMKG Minta Warga Tunggu Sampai Pukul Segini Untuk Pastikan Tsunami Tak Akan Datang

 Calon Dokter Spesialis Bedah Saraf di Bandung Jadi Pemasok Ganja ke Aktor Jefri Nichol

 Kisah Megawati Selundupkan Uang Untuk Soekarno Usai Lengser dari Kursi Presiden RI

Laman AirVisual.com, Sabtu pagi pukul 07.40 WIB mencatat Pejaten Barat, Jakarta Selatan, di urutan kedua dengan kategori tidak sehat pada indeks 190.

Atau setara dengan parameter pm 2.5 dengan konsentrasi 131 µg/m³.

Selanjutnya, kawasan sekitar Kedutaan Besar Amerika menempati urutan ketiga dengan indeks AQI 185.

Atau setara dengan parameter pm 2.5 dengan konsentrasi polutan sebanyak 122 µg/m³.

Pada posisi keempat, Rawamangun, Jakarta Timur, kembali menempati posisi daerah dengan kualitas udara buruk dengan indeks 179 setara dengan parameter pm 2.5 konsentrasi polutan sebanyak 109 µg/m³.

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved