Pembatasan Usia Kendaraan

Pembatasan Usia Kendaraan Menguntungkan Industri Otomotif, YLKI: Ini Patut Kita Duga

Tidak jaminan semua mobil tua menghasilkan emisi gas buang yang buruk dan belum tentu juga mobil baru bisa menghasilkan gas buang yang baik.

Pembatasan Usia Kendaraan Menguntungkan Industri Otomotif, YLKI: Ini Patut Kita Duga
Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Sejumlah kendaraan terjebak kemacetan di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, Senin (21/1/2019). 

"Justru, hal ini akan menguntungkan industri otomotif, karena otomatis orang akan terus beli mobil baru. Ini harus patut kita duga, jangan-jangan ada maksud arah ke sana..."

RENCANA pembatasan usia kendaraan pribadi atau pembatasan mobil berusia lebih dari 10 tahun adalah regulasi yang salah untuk diterapkan.

Sebab, hal ini justru akan memicu pergerakan penjualan mobil ke depannya.

Demikian dikatakan Ketua Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi.

"Kalau soal masalah polusi itu oke, tapi pembatasan kendaraan usia 10 tahun ini bila dijadikan alasan tidak relevan," tuturnya.

Soal Pembatasan Usia Kendaraan Pribadi di Jakarta, Begini Kata Komunitas Motor Klasik

Berlaku Sepanjang Tahun, Sistem Ganjil Genap Tak Hanya Di Musim Kemarau

Selain Ganjil Genap Buat Motor, Anies Bakal Larang Mobil Berusia Lebih dari 10 Tahun ke Jakarta

Wali Kota Jakarta Selatan Marullah Matali ikut memeriksa emisi gas buang kendaraan bermotor pada pelaksanaan uji emisi gratis yang digelar di lapangan parkir Taman Makam Pahlawan Kalibata, Pancoran, Selasa (25/6/2019).
Wali Kota Jakarta Selatan Marullah Matali ikut memeriksa emisi gas buang kendaraan bermotor pada pelaksanaan uji emisi gratis yang digelar di lapangan parkir Taman Makam Pahlawan Kalibata, Pancoran, Selasa (25/6/2019). (Warta Kota/Feryanto Hadi)

"Justru, hal ini akan menguntungkan industri otomotif, karena otomatis orang akan terus beli mobil baru. Ini harus patut kita duga, jangan-jangan ada maksud arah ke sana," ujar Ketua Harian YLKI Tulus Abadi saat dihubungi Kompas.com, Jumat (2/8/2019).

Menurut Tulus, bila pembatasan kendaraan melalui ganjil genap kondisinya masih masuk akal.

Selain bisa menekan polusi udara, hal ini akan memberikan dampak positif juga untuk mengurai kemacetan di Ibu Kota.

Sementara itu, bila mengambil dari kebijakan pembatasan usia mobil, Tulus menjelaskan, tidak adil untuk diterapkan.

Pasalnya tidak jaminan semua mobil tua menghasilkan emisi gas buang yang buruk, dan belum tentu juga mobil baru bisa menghasilkan gas buang yang baik.

Suasana di SPBU KM 379 Kabupaten Batang, Jawa Tengah pada Kamis (30/5/2019). Antrean kendaraan pemudik terlihat sudah mulai memadati lokasi.
Suasana di SPBU KM 379 Kabupaten Batang, Jawa Tengah pada Kamis (30/5/2019). Antrean kendaraan pemudik terlihat sudah mulai memadati lokasi. (TRIBUN JATENG/DESTA LEILA KARTIKA)

Larang peredaran premium

Tulus berpendapat baiknya Pemprov DKI lebih fokus pada peredaran kualitas bahan bakar di Jakarta.

Pasalnya masih banyak kendaraan pribadi yang menggunakan bahan bakar tidak sesuai atau tidak ramah lingkungan.

"Kalau berani harusnya Pemprov itu melarang peredaran bahan bakar tidak ramah lingkungan untuk digunakan di Jakarta, ada monitoringnya," tandas Tulus.

"Karena masih banyak bahan bakar seperti premium itu dijual kan, tidak langsung mengklaim kendaraan tua itu sebagai sumber polusi saja," imbuhnya. (Stanly Ravel)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Pembatasan Usia Kendaraan Justru Dorong Penjualan Mobil Baru"

Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved