Pencemaran Lingkungan

Kali Bekasi Sering Tercemar, Ombudsman Bakal Periksa Perusahaan di Sepanjang Sungai Cileungsi

"Mereka mungkin akan merasa aman karena sudah pernah diperiksa, tapi kami tetap akan memeriksa ulang supaya tergambar situasi mutakhirnya."

Kali Bekasi Sering Tercemar, Ombudsman Bakal Periksa Perusahaan di Sepanjang Sungai Cileungsi
Warta Kota/Muhammad Azzam
Kali Bekasi kembali tercemar, air kali itu kini berwarna hitam dan mengeluarkan bau tak sedap. 

Ombudsman Perwakilan Jakarta Raya menyatakan, bakal mengecek perusahan di sepanjang Sungai Cileungsi, Kabupaten Bogor.

Pengecekan itu bakal dilakukan terkait keluhan masyarakat mengenai pencemaran lingkungan di Sungai Cileungsi yang berdampak pada Kali Bekasi di Kota Bekasi.

Ketua Ombudsman Perwakilan Jakarta Raya Teguh Nugroho, mengatakan, lembaganya telah melakukan pemeriksaan terhadap 40 Instalansi Pengolahan Air Limbah (IPAL) pada 2018.

Dari jumlah tersebut, dua perusahaan direkomendasikan untuk ditindak pidana sesuai UU Nomor 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

"Kemudian satu perusahaan ditindak secara administratif, serta 17 perusahaan lainnya diminta melengkapi dokumen penanganan limbahnya," kata Teguh, Sabtu (3/8/2019).

Pencemaran Kali Bekasi Terjadi Berulang-ulang Bakal Membunuh Tumbuhan dan Ikan

Atas keluhan masyarakat yang terus muncul itu, Teguh berencana akan kembali melakukan pengecekan IPAL milik perusahaan tersebut.

Diduga kuat, pelaku pencemaran tidak lepas dari perusahaan yang berdiri di sepanjang bantaran Sungai Cileungsi tersebut.

"Mereka mungkin akan merasa aman karena sudah pernah diperiksa, tapi kami tetap akan memeriksa ulang supaya tergambar situasi mutakhirnya," katanya.

"Bisa saja 17 perusahaan yang diminta melengkapi pengolahan air limbah sekadar menyiapkan dokumen tanpa menghadirkan wujud fisiknya," ucapnya lagi.

Kali Bekasi Kembali Tercemar, Pemkot Bekasi Tuding Sumber Pencemaran dari Kabupaten Bogor

Teguh mengatakan, pihaknya telah mengantongi serangkaian bukti berupa foto, video, dan data pendukung lainnya sebagai bahan pemeriksaan.

Nantinya, kata dia, data dikonfirmasikan ke perusahaan. Hasil rekomendasi akan disampaikan kepada penyidik dari Mabes Polri juga Polda Jawa Barat untuk ditindaklanjuti.

"Kami sudah menjalin kerja sama dengan Polri terkait penindakan pelaku kejahatan lingkungan, jadi mereka harus bisa ditindak," katanya. 

Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Intan Ungaling Dian
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved