Ibu Kota Pindah

Rencana Pindah Ibukota Dinilai Berdampak Buruk Buat Pelaku Usaha dan Investor di Pulau Jaw

Padahal, seharusnya pemerintah lebih fokus pada perbaikan untuk kesejahteraan rakyat, seperti mencapai target pertumbuhan ekonomi.

Rencana Pindah Ibukota Dinilai Berdampak Buruk Buat Pelaku Usaha dan Investor di Pulau Jaw
Wartakotalive/Feryanto Hadi
Direktur Utama PT Ganesha Humanika Perkasa (GHP), Giyanto Hadi Prayitno 

Pelaku usaha menilai rencana pindah ibu kota Jakarta ke Kalimantan berdampak negatif.

Para pelaku dan investor terutama yang berada di Pulau Jawa menganggap ini merugikan.

"Isu-isu seperti ini picu gejolak perekonomian walaupun yang pindah adalah pusat pemerintahan dan bukan pusat bisnis," ujar Direktur Utama PT Ganesha Humanika Perkasa (GHP), Giyanto Hadi Prayitno di kawasan Duren Tiga, Jakarta Selatan, Jumat (2/8/2019).

"Sebagai contoh, di Jawa Barat saja setidaknya ada sekitar 140 industri yang gulung tikar atau angkat kaki. Kenapa? Investor jadi was-was dan khawatir, mereka ragu-ragu, 'wait and see' dan tidak langsung eksekusi untuk menanamkan modalnya di industri yang dimaksud," terang Giyanto Hadi Prayitno.

Jakarta Belum Ideal, Ibu Kota Baru di Kalimantan Bakal Jadi Standar Pembangunan Kota di Indonesia

Menurutnya, pemerintah terkesan tergesa-gesa untuk segera memindahkan ibukota negara dari Jakarta ke Pulau Kalimantan.

Padahal, seharusnya pemerintah lebih fokus pada perbaikan untuk kesejahteraan rakyat, seperti mencapai target pertumbuhan ekonomi.

VIRAL! Beredar Pemberlakuan Ganjil Genap Terbaru Untuk Mobil dan Motor di Jakarta, Ini Jalurnya

Setiap kebijakan politik hendaknya seiring sejalan dengan kebijakan ekonomi.

"Sekian juta ASN yang harus pindah, infrastrukturnya seperti apa. Memangnya itu selesai dalam 5 tahun? Nggak juga, belum tentu. Lebih baik sekarang kita fokus pada pencapaian pertumbuhan ekonomi. Hal-hal semacam itu seharusnya diprioritaskan. Kalau bicara ekonomi berpengaruh besarlah terhadap rakyat kecil," tuturnya.

Ia juga menyarankan agar pemerintahan Jokowi-Maruf Amin nantinya memprioritaskan untuk menepati janji-janji kampanye mereka.

Selain itu, para pejabat maupun tokoh-tokoh politik diimbau untuk tidak menghembuskan isu-isu yang tidak begitu penting dan hanya akan menguras emosi dan energi.

Halaman
1234
Penulis: Feryanto Hadi
Editor: Dian Anditya Mutiara
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved