Ikuti DKI Jakarta, Pemkot Bekasi Serukan Ganti Bungkus Daging Kurban dari Plastik ke Besek

"Iya tentunya kita serukan dan himbau agar bungkus plastik diganti dengan besek dan daun pisang. Itu untuk meminimalisasi produksi sampah plastik

Ikuti DKI Jakarta, Pemkot Bekasi Serukan Ganti Bungkus Daging Kurban dari Plastik ke Besek
Warta Kota/Feryanto Hadi
Penjual besek bambu di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Rabu (31/7/2019). 

Pemerintah Kota Bekasi menyerukan agar panitia hewan kurban mengganti bungkus plastik dengan menggunakan besek untuk membagikan ke masyarakat.

Hal itu dilakukan untuk menghindari penggunaan kantong plastik sebagai bungkusan hewan kurban pada Hari Raya Idul Adha tahun ini.

"Iya tentunya kita serukan dan himbau agar bungkus plastik diganti dengan besek dan daun pisang. Itu untuk meminimalisasi produksi sampah plastik yang sulit terurai," kata Wakil Walikota Bekasi, Tri Adhianto, Jumat (2/8/2019).

Wakil Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto.
Wakil Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto. (Warta Kota/Muhamad Azzam)

Seruan itu juga berlaku untuk instansi pemerintah agar tak menggunakan kantong plastik sebagai tempat pembungkus daging kurban.

"Itu berlaku untuk semua, termasuk instansi pemerintahan yang menggelar pemotongan hewan kurban, diimbau memakai besek atau daun pisang. Semua panita kurban di masjid-masjid juga kita imbau," ujar Tri.

Masjid Sunda Kelapa Masih Pilih Plastik, Khawatir Darah Daging Kurban Menetes Jika Pakai Besek Bambu

Sudah Gunakan Plastik Ramah Lingkungan Masjid Istiqlal Upayakan Penggunaan Besek

Penjual Besek Mulai Banyak Pesanan, Dampak Larangan Kantong Plastik Untuk Bungkus Daging Kurban

Tri menuturkan, penggunaan besek atau daun pisang dianggap sangat efektif dan efisien.

Selain dapat mengurangi sampah plastik, juga bisa digunakan untuk keperluan lain.

"Besek bisa dipakai lagi untuk keperluan lain, sementara daun pisang bisa jadi sampah organik," ujar dia.

Ilustrasi kresek plastik hitam. (Kompas.com)
Ilustrasi kresek plastik hitam. (Kompas.com) ()

Pada tahun lalu, penggunaan besek dan daun pisang telah dilakukan dibeberapa tempat.

Sehingga diharapkan agar lebih banyak lagi masyarakat khususnya panitia hewan kurban di masjid-masjid menggunakan besek dan daun pisang.

Olehkarenanya, Tri menyebut pihaknya tengah mempersiapkan seruan tak hanya lisan atau himbauan akan tetapi berencana akan membuat surat.

Membayangkan Nenek Widyawati Menjadi Mahasiswi Baru, Ini Sinopsis dan Peran Masing-masing Pemain

"Kita sudah sampaikan secara lisan ke MUI Kota Bekasi dan Dewan Masjid Kota Bekasi. Agar membantu melakukan himbauan ini,"paparnya.

Untuk diketahui, Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi mencatat produksi sampah warga setempat setiap hari mencapai 1.500 ton dengan rincian 40 persen organik, dan 60 persen anorganik. Untuk sampah anorganik ini sulit atau lama terurai seperti sampah plastik sehingga penggunaan kantong plastik harus ditekan.

Penulis: Muhammad Azzam
Editor: Wito Karyono
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved