BMKG Bilang Penurunan Kualitas Udara Jakarta Biasa Terjadi Saat Musim Kemarau

Namun, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut, kualitas udara biasanya memang memburuk saat musim kemarau.

Editor: Yaspen Martinus
Warta Kota/Dwi Rizki
Pekatnya kabut polusi menghalangi pemandangan Ibu Kota dari atas menara Monumen Nasional (Monas), Gambir, Jakarta Pusat, pada Jumat (27/7/2019). 

Partikulat (PM10) adalah partikel udara yang berukuran lebih kecil dari 10 mikron (mikrometer).

Kata Fahri Hamzah, Orang yang Paling Bertanggung Jawab Jika Ibu Kota Pindah Adalah Anies Baswedan

Pada jam-jam tertentu, konsentrasi partikel polusi udara yang terukur di BMKG, dapat melonjak sesuai kadar polutan di udara.

Nilai kadar atau konsentrasinya bahkan melewati 180 ug/m3, yaitu pada tanggal 20, 24, 25, 27, dan 28 Juni 2019, serta 14 dan 25 Juli 2019.

Berdasarkan data deret rata-rata harian debu partikulat PM10, secara umum periode 10 hari (dasarian) terakhir Bulan Juni menunjukkan konsentrasi debu polutan lebih tinggi daripada kondisi Juli tahun ini.

Nama Sutopo Purwo Nugroho Diabadikan di Ruang Serbaguna Lantai 15 Kantor BNPB

Meningkatnya konsentrasi PM10 secara umum terjadi pada pagi hari sekitar pukul 07.00-09.00 WIB.

Pada waktu-waktu ini, konsentrasi debu polutan dimungkinkan meningkat drastis, dikarenakan beban tinggi transportasi berkaitan dengan waktu berangkat kerja.

Sekaligus, secara meteorologis bersamaan dengan waktu di mana dapat terjadi peristiwa inversi suhu pada atmosfer perkotaan.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menanggapi soal kualitas udara yang kian memburuk seperti yang dipublikasi situs www.AirVisual.com.

 22 Paskibraka Putri Bakal Pakai Celana Panjang, 12 Sisanya Tetap Pakai Rok

Oleh karena itu, Anies Baswedan menegaskan pihaknya akan mulai mengurangi polusi udara di Jakarta yang kian memburuk.

Terlebih, Jakarta menduduki peringkat paling tinggi di dunia.

 Dua Putra Jokowi Masuk Bursa Calon Wali Kota Solo, PDIP Serahkan pada Kehendak Rakyat

"Jadi usaha kita tentu kita dorong lebih banyak lagi pengurangan di sumbernya," ujar Anies Baswedan di GOR Rorotan Jakarta Utara, Senin (29/7/2019).

"Pengurangan pertama adalah di kendaraan bermotor," sambungnya.

Bahkan, Anies Baswedan memgaku pihaknya telah menemukan sumber polusi terbesar di Ibu Kota, yakni di kawasan Jakarta Selatan.

 Tak Lagi Kenakan Rok, Anggota Paskibraka Putri Tahun Ini Bakal Pakai Celana Panjang

Menurutnya, meningkatnya kegiatan kendaraan berat menjadi penyumbang terbesar polusi di Ibu Kota.

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved