Breaking News:

Berita Video

VIDEO: Kontras, Gubuk Reyot Milik Oyok di Kawasan Elit BSD Serpong

"Kalau hujan ya bocor, banjir, jadi saya elapin terus airnya lalu saya buang," ujar Oyok sambil menunjuk atap rumahnya yang menganga, Kamis (1/8/2019)

Penulis: Zaki Ari Setiawan | Editor: Ahmad Sabran
Warta Kota/Zaki Ari Setiawan
Suasana di dalam gubuk yang ditinggali Oyok sekeluarga. 

Dekat permukiman mewah BSD, masih ada warga yang tinggal di gubuk teramat reot seperti yang terjadi pada Oyok dan ketiga anaknya.

Seorang wanita terlihat menggendong anaknya di dalam kamar 3x4 meter bercat kusam dengan sebagian atapnya yang bolong.

Wanita yang dikenal dengan nama Oyok (38), tinggal bersama tiga orang anaknya di kamar yang berada di kawasan BSD dekat Jalan Tol Jakarta-Serpong, Kampung Pondok So RT 04/02, Rawa Mekar Jaya, Serpong, Tangerang Selatan.

"Kalau hujan ya bocor, banjir, jadi saya elapin terus airnya lalu saya buang," ujar Oyok sambil menunjuk atap rumahnya yang menganga, Kamis (1/8/2019).

Pantauan Warta Kota, kediaman Oyok sangat memprihatinkan.

Pasalnya, selain tidur di sebuah kamar dengan atap yang bolong, bagian dapur dan kamar mandinya hanya disekat triplek.

"Gara-gara kehujanan, listriknya pernah meleduk, ini baru ganti," sambung Oyok.

Selain tinggal bersama anak-anaknya, ibu dari Oyok juga tinggal tidak jauh di sebuah rumah sederhana.

Sementara adik Oyok tinggal berhadapan dengan kamarnya itu.

Bukan hanya tersiksa dengan kondisi rumahnya, area tempat Oyok tinggal dipenuhi dengan rumput liar yang kerap menjadi sarang ular, biawak, dan aneka serangga.

Suasana di dalam gubuk yang ditinggali Oyok dan 3 anaknya.
Suasana di dalam gubuk yang ditinggali Oyok dan 3 anaknya. (Warta Kota/Zaki Ari Setiawan)

Binatang seperti biawak hingga ular pernah "mampir" ke kediaman Oyok bahkan pernah mencelakai ibunya.

"Pas lagi lari di depan situ ada ular sanca, dia kaya mau matok terus emak (ibu Oyok) mundur sampe jatuh," jelasnya.

Rumah itu sudah ditinggali Oyok dan keluarganya sejak lama.

Bantuan dari pemerintah setempat dalam, bentuk apapun diakui belum pernah diterimanya.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved