Pemkot Depok Bakal Evaluasi Kembali Jam Operasional Truk Galian Proyek Tol yang Dikeluhkan Warga

“Kalau laporan sudah ada tapi saya belum cek dari sisi legalitasnya. Legalitas tanah ini boleh atau tidak dikeruk, legalitas pelaksanaannya

Pemkot Depok Bakal Evaluasi Kembali Jam Operasional Truk Galian Proyek Tol yang Dikeluhkan Warga
Wartakotalive.com/Gopis Simatupang
Wali Kota Depok, Mohammad Idris Abdul Shomad, angkat bicara terkait aktivitas truk tanah proyek Tol Desari yang melanggar kesepakatan, saat ditemui di Balai Kota Depok, Jalan Raya Margonda, Kamis (1/8/2019). 

Pemerintah Kota Depok bakal segera mengevaluasi kembali jam operasional truk galian proyekpembangunan Tol Depok-Antasari (Desari), yang dikeluhkan warga, Kamis (1/8/2019).

Hal itu disampaikan Idris menyikapi keluhan warga Kelurahan Mampang, Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok, yang memergoki truk pengangkut tanah melintas di Jalan Raya Pramuka di luar waktu yang telah disepakati.

“Ya, saya sudah instruksikan, sudah dikomunikasikan. Kalau bisa sementara dihentikan atau dibatasi waktunya,” ujar Idris di Balai Kota Depok, Jalan Raya Margonda, Kamis (1/8/2019) kepada Wartakotalive.com.

Dengan derasnya keluhan warga, Idris berjanji akan mengevaluasi aktivitas truk tanah proyek Tol Desari itu.

Selain akan melakukan evaluasi terkait jam operasional truk, Idris juga berencana menyelidiki aspek hukum pengerukan tanah untuk pembangunan jalan bebas hambatan itu.

“Kalau laporan sudah ada tapi saya belum cek dari sisi legalitasnya. Legalitas tanah ini boleh atau tidak dikeruk, legalitas pelaksanaannya, legalitas penyelenggaranya, itu yang saya akan cek. Sebab belum sampe tulisan ke saya, baru hanya laporan lisan,” terangnya.

Wali Kota yang tenar setelah menyanyikan lagu berjudul ‘Hati-hati’ tersebut pun mengaku belum tahu siapa pihak pengelola pengerukan tanah itu.

“Nah itu yang saya belum cek. Akan saya cek segera. Saya minta tulisannya (laporan tertulis--Red),” ucapnya.

Sebelumnya diberitakan Warta Kota sejumlah warga Kelurahan Mampang, Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok, mengecam pengelola truk pengangkut tanah galian proyek Tol Depok-Antasari (Desari) yang melintas di Jalan Raya Pramuka karena beroperasi di luar waktu yang telah disepakati, Rabu (31/7/2019).

Berdasarkan kesepakatan antara pengelola dengan Dinas Perhubungan Kota Depok, truk boleh melintas pukul 21.00-04.00 WIB.

Akan tetapi, warga protes karena nyatanya truk sudah lalu-lalang pada Rabu malam sekitar pukul 19.00 WIB.

“Info yang kami dapat sudah ada kesepakatan antara pengembang dengan pihak terkait, operasional truk tidak boleh di bawah jam sembilan malam. Ini kok dilanggar ya? petugasnya kok diam aja ya?” keluh Boy (40), warga Jalan Pramuka, Kelurahan Mampang, kepada Warta Kota, Rabu malam.

Dikatakan Boy, jam operasional truk yang telah disepakati antara penanggung jawab truk dengan pihak terkait saja sudah merugikan warga, apalagi bila truk beroperasi sebelum jam yang telah ditentukan.

Penulis: Gopis Simatupang
Editor: Dedy
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved