Idul Adha

Masjid Sunda Kelapa Masih Pilih Plastik, Khawatir Darah Daging Kurban Menetes Jika Pakai Besek Bambu

MASJID Agung Sunda Kelapa di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, tahun ini tetap memakai plastik sekali pakai untuk pembagian daging kurban.

Editor: Yaspen Martinus
WARTA KOTA/ANGGIE LIANDA PUTRI
Contoh bongsang yang dianjurkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk dipakai saat pembagian daging kurban di Hari Raya Idul Adha. 

MASJID Agung Sunda Kelapa di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, tahun ini tetap memakai plastik sekali pakai untuk pembagian daging kurban.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Bidang Operasional Masjid Agung Sunda Kelapa Muhammad Amin.

Sebab, hingga saat ini pihak Masjid Agung Sunda Kelapa belum menerima surat imbauan untuk tidak memakai plastik sekali pakai.

Bongsang Bambu Rekomendasi Anies Baswedan Dijual Rp 2 Ribu, Bisa Dibeli Mulai 7 Agustus di Pasar

Terlebih, panitia kurban sudah terbentuk, dan telah memasukkan anggaran untuk menyediakan plastik sebagai pembungkus daging.

"Belum dapat surat, tapi saya tahu dari whatsApp grup, yang jelas saat ini panitia sudah terbentuk."

"Tteman-teman di lapangan itu sudah memasukan juga anggaran untuk beli plastik biasa," ujar Amin kepada Wartakotalive, Kamis (1/8/2019).

Punya Ilmu Mistis, Ini Alasan Abah Grandong Makan Kucing Hidup-hidup di Kemayoran

Ia pun mengaku belum terlalu tahu tentang besek bambu yang digembar-gemborkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan belakangan ini.

"Saya baru dengar sekarang, sedangkan anggaran sudah dimasukkan beli plastik."

"Memang satu besek bambu dengan harga 2.000, itu untuk berapa kilo?"

Pengamat Nilai Koruptor Lebih Takut Miskin Daripada Mati, Ini Hukuman yang Bisa Bikin Jera

"Nanti kalau darahnya netes-netes bagaimana? Kita bisa belinya di mana?" Tanya Amin.

Menurutnya, jika PD Pasar Jaya menjual besek bambu mulai 7 Agustus 2019, sedangkan Hari Raya Idul Adha 11 Agustus, waktunya sangat mepet.

Meskipun begitu, Amin tetap mendukung program Pemprov DKI Jakarta untuk mengurangi sampah plastik di Ibu Kota.

ICW Minta Jokowi Larang Dua Putranya Ikut Pilwakot Solo, Kenapa?

"Mepet sekali ya, tapi enggak apa-apa, namanya juga program baru. Semoga tahun depan lebih siap lagi."

"Paling tidak tiga minggu sebelumnya sudah banyak yang jual. Saya dukung programnya," papar Amin.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved