Berita Bekasi

Siang Ini, Sidang Vonis Terdakwa Pembunuhan Satu Keluarga di Bekasi

Haris Simamora, terdakwa pembunuhan satu keluarga di Bekasi, dijadwalkan menjalani sidang putusan atau vonis di Pengadilan Negeri Bekasi, Rabu ini.

Siang Ini, Sidang Vonis Terdakwa Pembunuhan Satu Keluarga di Bekasi
Warta Kota/Muhammad Azzam
Harry Ari Sandigon alias Haris Simamora, terdakwa pembunuhan satu keluarga di Bekasi, dijadwalkan menjalani sidang putusan atau vonis di Pengadilan Negeri Bekasi, pada, Rabu (31/7/2019) hari ini. 

Harry Ari Sandigon alias Haris Simamora, terdakwa pembunuhan satu keluarga di Bekasi, dijadwalkan menjalani sidang putusan atau vonis di Pengadilan Negeri Bekasi pada Rabu (31/7/2019) hari ini.

Juru Bicara Pengadilan Negeri (PN) Kelas 2 A Bekasi, Djuyamto mengatakan sidang pembacaan vonis akan dilakukan siang ini sekitar pukul 11.00 WIB.

"Betul siang ini sidang putusan (Haris Simamora), sidang dimulai sekitar pukul 10.30 WIB sampai pukul 12.00 WIB," kata Djuyamto saat dikonfirnasi Rabu (31/7/2019).

Djuyamto menuturkan dalam sidang pembacaan vonis tersebut, pihaknya mengerahkan petugas keamanan, baik dari PN Bekasi maupun Polres Metro Bekasi Kota.

"Ya tentu sesuai SOP, agar jaga ketertiban dan hindari hal tak diinginkan, kita kerahkan petugas keamanan PN Bekasi dan dari Polres," ucapnya.

 Ahok Beberkan Asmaranya dengan Puput Hingga Ditanya Anak: Kenapa Nikah dengan yang Muda

 Dulu Pengusaha Sukses, Kini Harus Kembali dari Nol Keliling Pakai Sepeda Pink dan Tidur di Masjid

 Dibutuhkan Peran Aktif Indonesia untuk Mendukung Perdamaian Azerbaijan di Nogorno Karabakh

Sementara itu, Alam Simamora, Penasihat Hukum Haris mengatakan kliennya siap menjalani sidang putusan atau vonis tersebut.

Terdakwa Haris juga sejauh ini dalam kondisi baik-baik saja.

"Haris baik-baik saja, jelang vonis dia lebih banyak doa dan ikuti kegiatan rohani," ujar dia.

Alam mengungkapkan tim kuasa hukum selalu menegaskan ke Haris untuk terus memperjuangkan keadilan agar tidak dihukum mati seperti yang didakwakan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

"Kalau hukuman 20 tahun atau bukan hukuman mati saya akan terima, karena bagaimanapun dia harus pertangungjawabkan perbuatannya. Kalau sampai vonis mati, kita akan lakukan upaya hukum lain," papar Alam.

Halaman
12
Penulis: Muhammad Azzam
Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved