Kembar Siam

Rahmat Effendi Jenguk Bayi Kembar Siam dari Bekasi Rahman dan Rohim

Rahmat Effendi Jenguk Bayi Kembar Siam dari Bekasi Rahman dan Rohim. Operasi pemisahan bayi kembar siam yang ditaksir Rp 1 miliar gunakan KS NIK

Rahmat Effendi Jenguk Bayi Kembar Siam dari Bekasi Rahman dan Rohim
Warta Kota/Fitriyandi Al Fajri
Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi menjenguk bayi kembar siam bernama Ahmad Rahman Al Ayyubi dan Ahmad Rohim Al Ayyubi pada Rabu (31/7/2019). 

Akhirnya Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi menjenguk bayi kembar siam dari Bekasi bernama Ahmad Rahman Al Ayyubi dan Ahmad Rohim Al Ayyubi pada Rabu (31/7/2019).

Bersama jajarannya, Rahmat menuju rumah orangtua bayi kembar siam dari Bekasi bernama Romi Darma Rachim (35) dan Ika Mutiya Sari (30) di Gang Pojok Bintara Jaya IV RT 14/09, Kelurahan Bintara Jaya, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi.

"Pemerintah Kota Bekasi sudah bekerja sama dengan RSAB Harapan Kita, Jakarta Barat untuk pemisahan bayi kembar siam," kata Rahmat pada Rabu (31/7/2019).

Sejauh ini, kata Rahmat, kondisi dua bayi mungil berusia 10 bulan ini terlihat sehat dan aktif.

Namun demikian, berat badannya masih kurang dari ideal yakni berat keduanya hanya 10 kilogram.

Padahal idealnya satu bayi dengan usia 10 bulan berat badannya sekitar 10-12 kilogram.

"Semoga kita diberikan kekuatan karena tim medis RSAB Harapan Kita dengan Dinkes Kota Bekasi akan mengupayakan pemisahan," ujar Rahmat.

Rahmat memastikan, sejak di dalam kandungan sampai dilahirkan, seluruh biaya rumah sakit kedua bayi mungil ini ditanggung oleh pemerintah daerah melalui  Kartu Sehat Berbasis Nomor Induk Kependudukan  alias KS NIK .

Sebab pemerintah daerah telah meluaskan jangkauan penggunaan KS NIK, tidak hanya di fasilitas kesehatan di Kota Bekasi saja tapi ke daerah lain seperti Kota Bogor, DKI Jakarta, Kabupaten Tangerang, Kabupaten Bogor, dan sebagainya.

Ayah bayi kembar siam bernama Romi, mengaku sangat berterima kasih kepada Pemerintah Kota Bekasi yang berjanji bakal menanggung biaya pemisahan anaknya.

Sebab biaya pemisahan itu menelan biaya sekitar Rp 1 miliar.

"Sebenarnya semenjak cek kehamilan saya gunakan KS, dan rencananya operasi pemisahan nanti menggunakan KS," kata Romi. 

Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Mirmo Saptono
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved