Selasa, 7 April 2026

Belajar Mengajar

Murid Bosan Belajar Matematika, Begini Cara Guru SDN 3 Curugsewu Kendal Mengatasinya

Murid Bosan Belajar Matematika, Ini Cara Guru SDN 3 Curugsewu Kendal Mengatasinya. Kartu Remi Diubah Menjadi Cara Belajar Matematika Layaknya Bermain

Penulis: Zaki Ari Setiawan |
Warta Kota/Zaki Ari Setiawan
Permainan kartu remi bilangan bulat yang digunakan murid SDN 3 Curugsewu yang dipamerkan dalam showcase mitra Program PINTAR Tanoto Foundation di Aula Bupati Kendal, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, Rabu (31/7/2019). 

Guru SDN 3 Curugsewu, Kendal, Jawa Tengah, mencoba menghilangkan murid bosan belajar matematika dengan cara memodifikasi kartu remi.

Redi Hermawan, guru kelas 6 SDN 3 Curugsewu, mengubah kartu remi dengan menempelkan angka sehingga dapat dipakai untuk materi membandingkan dan mengurutkan bilangan bulat.

Redi Hermawan menjelaskan, permainan itu dapat diikuti dua murid dengan aturan masing-masing mendapat lima kartu yang sudah diacak.

Di balik kartu itu terdapat angka yang berisi bilangan negatif dan positif.

Agar semakin seru, jika satu di antara murid mendapat angka yang lebih kecil, maka dia mendapat hukuman berupa polesan bedak di pipinya.

Setelah memahami bilangan bulat, murid kemudian diminta mengurutkan dari yang terkecil atau juga sebaliknya.

Tingkatkan Kualitas Pembelajaran, 24 Sekolah di Kendal Tunjukan Hasil Program PINTAR

Permainan kartu remi bilangan bulat yang digunakan murid SDN 3 Curugsewu yang dipamerkan dalam showcase mitra Program PINTAR Tanoto Foundation di Aula Bupati Kendal, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, Rabu (31/7/2019).
Permainan kartu remi bilangan bulat yang digunakan murid SDN 3 Curugsewu yang dipamerkan dalam showcase mitra Program PINTAR Tanoto Foundation di Aula Bupati Kendal, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, Rabu (31/7/2019). (Warta Kota/Zaki Ari Setiawan)

"Tujuannya menghilangkan kebosanan anak, karena kalau pelajaran yang biasa-biasa saja anak kurang tertarik. sedangkan anak usia SD suka yang ada tantangan," ujar Redi.

Penjelasan Redi disampaikan dalam acara showcase mitra Program PINTAR (Pengembangan Inovasi untuk Kualitas Pembelajaran) Tanoto Foundation di Aula Bupati Kendal, Kendal, Jawa Tengah, Rabu (31/7/2019).

Agar siswa ikut mengalami langsung dalam proses pembelajaran sehingga tidak satu arah hanya dari guru, maka Redi pun memutar otak dan memperkenalkan permainan ini.

"Kalau program dari Tanoto Foundation kan anak yang penting mengalami. Saya teringat permainan remi. Jadi kita modifikasi angka-angkanya sehingga anak semakin tertarik," katanya.

SDN 3 Curugsewu merupakan satu di antara 24 sekolah tingkat dasar dan menengah di Kabupaten Kendal yang menjadi mitra program PINTAR dari Tanoto Foundation sejak Oktober 2018 lalu.

Sekolah yang mengikuti program itu mendapatkan pelatihan untuk kepala sekolah hingga guru-gurunya agar memberikan pembelajaran yang berkualitas dengan mengajak murid terlibat aktif serta mengembangkan budaya membaca.

"Ini bukti kami melaksanakan apa yang sudah diberikan Tanoto Foundation dengan PINTAR dan metode MIKIR (Mengalami Interaksi Komunikasi dan Refleksi)," kata Redi.

Murid kelas 6 SDN 3 Curugsewu, Nafiska Aulia mengaku lebih menikmati metode pembelajaran yang diajarkan oleh gurunya.

"Lebih seru, kayak bermain tapi tetap mengerti sambil bermain," ungkap Nafiska.

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved