Otomotif

Gunakan Pelat Nomor Palsu Bakal Ketahuan via Kamera Tilang Elektronik, Begini Cara Kerjanya

POLISI kini memungkinkan untuk menemukan pelanggaran berlalu lintas berupa pelat nomor kendaraan palsu melalui kamera tilang elektronik.

Gunakan Pelat Nomor Palsu Bakal Ketahuan via Kamera Tilang Elektronik, Begini Cara Kerjanya
Warta Kota/Joko Supriyanto
Perempatan Jalan MH Thamrin di kawasan Sarinah, salah satu lokasi ditempatkan kamera pemantau tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE), Jumat (5/7/2019). 

"Jadi ketika terlihat ada pelanggar lalu lintas maupun perlengkapan kendaraan tidak wajar, maka kamera akan menangkap pelat nomornya..."

POLISI kini memungkinkan untuk menemukan pelanggaran berlalu lintas berupa pelat nomor kendaraan palsu melalui kamera tilang elektronik atau electronic traffic law enforcement (ETLE).

Hal tersebut dinyatakan Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP M Nasir saat dimintai keterangan atas kasus pemalsuan pelat nomor kendaraan milik Radityo Utama yang terjadi beberapa waktu lalu.

Dikonfirmasi Kompas.com di Jakarta, Rabu (31/7/2019), ETLE mampu mendeteksi penggunaan pelat palsu karena setiap kendaraan yang melintas dapat terpantau secara cepat dan terkoneksi dengan data Polda Metro Jaya.

Honda ADV 150 Muncul, Peluncuran NMAX Terbaru Bakal Dipercepat? Ini Kata Yamaha

Terlaris di GIIAS 2019, Skutik Adventure Honda ADV 150 Jadi Penyumbang Terbesar untuk AHM

Honda ADV 150 Jadi Motor Favorit Bareng Ninja ZX 10R

Dengan hasil tangkapan layar ini petugas memberi sanksi tilang elektronik kepada pengemudi.
Dengan hasil tangkapan layar ini petugas memberi sanksi tilang elektronik kepada pengemudi. (Warta Kota/Feri Setiawan)

"Jadi ketika terlihat ada pelanggar lalu lintas maupun perlengkapan kendaraan tidak wajar, maka kamera akan menangkap pelat nomornya. Lalu di saat bersamaan, petugas akan mencocokkan identitas kendaraan tersebut dengan data Polda," kata Nasir.

"Bila identitas kendaraan (yang diambil dari pelat nomor) tidak sesuai atau tidak terdaftar dalam data Polda maka akan ditinjau kembali apakah kendaraan tersebut melakukan pemalsuan pelat nomor atau memang belum mendaftarkan ke Polda. Sebab, semua kendaraan yang beroperasi harus terdaftar," lanjutnya.

Berdasarkan Undang-Undang No.22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ), setiap kendaraan wajib menggunakan tanda nomor kendaraan bermotor (TNKB) sesuai aturan.

Seperti dijelaskan pasal 68 pada undang-undang tersebut, TNKB yang sesuai aturan, termasuk dari sisi bentuk, ukuran, bahan, warna dan juga cara pemasangan.

Maksimal penjara 6 tahun

"Semua kendaran juga harus sudah terdaftar, kecuali kendaraan tempur. Bila dilanggar, sesuai dengan regulasi, akan dikenakan pidana dengan kurungan paling lama 2 bulan atau denda maksimal Rp 500.000," kata Nasir.

Sedangkan untuk pengendara yang memalsukan pelat nomornya, akan dikenakan hukuman pidana sesuai Pasal 263 KUHP dengan ancaman kurungan paling lama 6 tahun.

Berikut bunyinya: 

"Barang siapa membuat surat palsu atau memalsukan surat yang dapat menimbulkan sesuatu hak, perikatan atau pembebasan hutang, atau yang diperuntukkan sebagai bukti daripada sesuatu hal dengan maksud untuk memakai atau menyuruh orang lain memakai surat tersebut seolah-olah isinya benar dan tidak dipalsu, diancam, jika pemakaian tersebut dapat menimbulkan kerugian, karena pemalsuan surat, dengan pidana penjara paling lama enam tahun." (Ruly Kurniawan)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Cara Kerja Kamera Tilang Elektronik Deteksi Pelat Palsu"

Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved