Rabu, 15 April 2026

Wawancara Eksklusif

GM PT PLN Disjaya: Kendaraan Listrik Jauh Lebih Murah

GM PT PLN Disjaya, M Ikhsan Asaad menilai kendaraan listrik lebih murah dan ramah lingkungan.

Penulis: Mohamad Yusuf | Editor: Eko Priyono
Warta Kota
Tampilan wawancara eksklusif dengan General Manager PT PLN Disjaya, M Ikhsan Asaad, yang ditayangkan pada Warta Kota cetak edisi, Senin (29/7/2019). 

Perusahaan Listrik Negara (PLN) Distribusi Jakarta Raya (Disjaya), terus meningkatkan pengguna kendaraan listrik. Selain lebih murah, kendaraan listrik juga dinilai lebih ramah lingkungan.

Menurut General Manager PT PLN Disjaya, M Ikhsan Asaad, untuk mendukung hal tersebut, pihaknya terus melakukan sosialisasi. Berikut petikan wawancara dengan Ikhsan saat mengunjungi kantor redaksi Warta Kota di Palmerah, Jakarta, Jumat (26/7).

Sejauh ini bagaimana perkembangan pengguna kendaraan listrik di Jakarta?
Sejak beberapa tahun lalu, kami terus melakukan sosialisasi mengenai kendaraan listrik. Di Jakarta sendiri sudah terdapat 1.000 kendaraan listrik yang digunakan. Karena itu kami juga terus membangun SPLU (Stasiun Penyedia Listrik Umum) di beberapa tempat.

Apa keuntungan menggunakan kendaraan listrik?
Selain lebih murah, juga lebih ramah lingkungan. Ini yang penting. Karena seperti kita ketahui, saat ini kita semua sedang berupaya mengurangi kadar polusi, khususnya di Jakarta. Salah satu perhitungannya, motor listrik sekali charge memakan waktu 2 jam untuk daya 2 kwh, tarifnya Rp 1.600 per kwh, dengan daya tempuh 60 km. Artinya motor listrik mengeluarkan biaya Rp 3.200 untuk 60 km.
Sedangkan, untuk kendaraan dengan BBM, misalkan harga pertalite Rp 7.650 per liter, untuk menempuh 30 km. Artinya, untuk menempuh 60 km butuh 2 liter dengan biaya Rp 15.300. Jauh lebih mahal dibanding motor listrik yang hanya Rp 3.200.

Bagaimana dengan stasiun pengisian listriknya, apakah sudah siap?
Di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya, sudah terinstalasi sebanyak 1.847 Stasiun Penyedia Listrik Umum (SPLU). Sementara jumlah yang menggunakan kendaraan listrik baru 1.000 buah. Kami juga akan membangun fast charging di kantor kami di Gambir. Nanti kami juga bangun di mal-mal, termasuk di rest area, untuk kebutuhan kendaraan listrik yang ingin ke luar kota.

Apakah pemilik kendaraan listrik hanya bisa mengandalkan SPLU saja untuk mengisi daya kendaraannya?
Sebenarnya pemilik kendaraan listrik tidak perlu khawatir. Karena juga bisa mengisi daya di rumah. Bahkan di Amerika Serikat, sebanyak 85 persen pengguna kendaraan listrik mengisi dayanya saat di rumah. Jadi ketika sampai di rumah, kendaraan langsung di-charge. Keesokannya ketika berangkat kerja sudah bisa dipakai lagi. Atau saat ke mal. Biasanya menghabiskan waktu 2 sampai 3 jam. Di sana bisa sekaligus charge kendaraannya. Apalagi daya tempuh kendaraan listrik juga cukup jauh. Seperti motor bisa sampai 60 km. Bahkan taksi 400 km.

Apakah PLN memiliki program untuk mendukung penggunaan kendaraan listrik ini?
Kami memiliki program diskon untuk tambah daya bagi pelanggan yang memiliki kendaraan listrik maupun kompor listrik. Diskon 75 persen bagi pelanggan PLN yang memiliki kompor listrik atau motor listrik. Berlaku 1 Maret 2019 -31 Desember 2019. Pelanggan bisa mendaftar di kantor PLN terdekat dengan membawa bukti kepemilikan atau pembelian kompor maupun motor listrik. Lalu diskon 100 persen bagi pelanggan PLN yang mempunyai mobil listrik, berlaku 1 Maret 2019 -31 Desember 2019. Pelanggan mendaftar di kantor PLN terdekat dengan membawa bukti kepemilikan atau pembelian mobil listrik.

Terkait kendaraan listrik, rencananya Jakarta akan menjadi tuan rumah balapan mobil listrik dunia Formula E tahun 2020 nanti. Bagaimana kesiapan PLN?
Selama ini PLN UID Jakarta Raya telah berpengalaman dalam mengawal pasokan listrik yang andal untuk event internasional. Salah satunya seperti Asian Games 2018 dan Asian Para Games 2018
Keandalan pasokan listrik PLN UID Jakarta Raya juga telah terjamin dalam mengamankan pasokan listrik Pemilu 2019. Kehadiran Formula E di Jakarta juga sejalan dengan semangat shifting new lifestyle PLN UID Jakarta Raya. Di mana kerap mengajak masyarakat untuk beralih menggunakan kendaraan listrik untuk mengurangi polusi. Dari sisi PLN untuk kecukupan pasokan listrik tidak ada masalah. Karena Jakarta saat ini masih punya cadangan listrik 5.000 sampai 6.000 megawatt (MW). Apalagi tahun ini kami juga ada tambahan pasokan listrik sebesar 20.000 MW. Untuk acara tersebut, kami akan memperkuat feeder-feeder pemasok listrik di charging station. Termasuk dengan pasokan listrik pada penerangan jalan. Kalau digelarnya siang hari, bisa lebih ringan untuk pasokannya. Karena tidak perlu perkuat lampu-lampu untuk menerangi perlintasan. Kalau digelarnya malam hari, harus diperkuat feeder-feeder ke arah charging station. Listrik yang diperlukan dalam ajang balapan tersebut juga tidak terlalu besar. Kami mengira kebutuhan listriknya tidak sampai 50 megawatt per hari. Kalau misalkan ada 50 mobil balap. Satu mobil butuh 10.000 watt, totalnya hanya butuh 500 kw, ini kecil sekali. Namun, selain menyiapkan pasokan listrik di arena perlintasan balapan, kami juga akan siaga untuk pasokan listrik-listrik di hotel dan tempat wisata.

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved