Pencemaran Lingkungan

Pemprov DKI Berlakukan Uji Emisi Bagi Kendaraan Berat yang Masuk Ibu Kota

Buruknya kualitas udara Ibu Kota saat ini dinilai Gubernur DKI Anies Baswedan berasal dari kendaraan bermotor, khususnya kendaraan berat.

Pemprov DKI Berlakukan Uji Emisi Bagi Kendaraan Berat yang Masuk Ibu Kota
Warta Kota/Dwi Rizki
Kabut polusi memenuhi langit Ibu Kota pada sore hari. Pekatnya kabut polusi menghalangi pandangan jauh pemandangan Ibu Kota dari atas menara Monumen Nasional (Monas), Gambir, Jakarta Pusat pada Jumat (27/7/2019). 

Kualitas Udara Rendah

Walau telah menjadi polemik berkepanjangan yang tidak kunjung terselesaikan, kualitas udara Ibu Kota terpantau masih dalam batas normal baku mutu udara.

 Suami Selingkuh dengan Janda Kaya Raya dan Rela Dimadu, Simak Kondisi Terkini Artis FTV Nadya Almira

 Guru Honorer dan Siswi SMA Jalin Cinta Terlarang Hingga Foto Syurnya Tersebar, Ini Penjelasan Polisi

 Dulu Minta Jatah ke Suami Delapan Kali Sehari, Kini Barbie Kumalasari Sebut Pegangan Tangan Cukup

 

Hal tersebut disampaikan oleh Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Yusiono Anwar Supalal merujuk pada alat pengukur kualitas udara yang terpasang di tiga lokasi terpisah, yakni:

- Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat

- Jagakarsa, Jakarta Selatan

- Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Dalam data terhimpun selama bulan Juli 2019, terdapat tiga lonjakan penurunan kualitas udara berdasarkan alat ukur ketiga wilayah, yakni Jagakarsa pada tanggal 4, 14 dan 22 Juli 2019.

Sedangkan penurunan kualitas udara di wilayah Bundaran HI tercatat pada tanggal 14, 17 dan 23 Juli 2019.

Sementara, berdasarkan rekam data alat ukur wilayah Kelapa Gading, penurunan kualitas udara hanya terjadi pada tanggal 11 Juli 2019.

Ketiga wilayah tersebut melampaui batas baku pencemaran udara PM 2.5.

 SADIS, ABG 18 Tahun Cekik dan Paksa Nenek 9 Cucu Layani Nafsu Syahwatnya, Tiap Hari Lihat Nenek

 Pria Makan Kucing Hidup-hidup di Kemayoran, Polisi Buru Pelakunya akan Terancam Hukuman Ini

Selama bulan Juli 2019, secara rata-rata sebagian besar pencemar udara PM 2.5 atau debu dengan ukuran lebih kecil dari 2.5 mikro.

"Pencemar udara masih di bawah baku mutu, masih di bawah kategori berbahaya," ungkapnya dihubungi pada Minggu (28/7/2019). (dwi)

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved