Marco Simic Nilai Jadwal Padat yang Terpaksa Dihadapi Persija Sudah Menyalahi Regulasi FIFA

Penyerang Persija Jakarta Marco Simic menilai jadwal padat yang terpaksa dihadapi timnya sudah menyalahi regulasi FIFA.

Marco Simic Nilai Jadwal Padat yang Terpaksa Dihadapi Persija Sudah Menyalahi Regulasi FIFA
Super Ball/Feri Setiawan
Marco Simic di laga Persija kontra Barito Putera. (Super Ball/Feri Setiawan) 

Penyerang Persija Jakarta Marco Simic menilai jadwal padat yang terpaksa dihadapi timnya sudah menyalahi regulasi FIFA.

Jadwal padat segera menghampiri Persija Jakarta setelah PSSI memutuskan menunda pertandingan leg kedua final Piala Indonesia kontra PSM ke Selasa (6/8/2019) pekan depan.

Pertandingan yang sejatinya digelar pada Minggu (28/7/2019) kemarin itu harus ditunda lantaran ada penyerangan oknum suporter PSM kepada bus yang membawa pemain Persija saat official training di Stadion Andi Matalatta, Makassar.

Pelatih Persija Julio Banuelos: Dilempari Batu Saat Latihan Itu Momen Terburuk dalam Karir Sepakbola

Dengan ditundanya laga leg kedua final Piala Indonesia itu berimbas ke jadwal pertandingan Liga 1, laga Persija kontra Persipura yang dijadwalkan digelar Selasa (30/7/2019) besok harus ikut diundur.

Sedangkan pertandingan melawan Arema FC dimajukan satu hari menjadi Sabtu (3/8/2019) setelah rencana sebelumnya dijadwalkan pada hari Minggu (4/8/2019).

Jadi, Persija hanya punya waktu tiga hari dari laga Arema FC menuju pertandingan leg kedua final Piala Indonesia melawan PSM Makassar.

Marko Simic Ungkap Situasi Mencekam Saat Bus Persija Dilempari Batu oleh Oknum Suporter PSM Makassar

Bomber Persija, Marko Simic menilai jika melihat regulasi federasi sepakbola tertinggi dunia (FIFA) seharusnya minimal jarak pertandingan satu ke pertandingan lainnya itu empat hari.

"Sejujurnyaa kami hanya punya jadwal berselang tiga hari. Jika lihat aturan FIFA, seharusnya tidak begini, minimal empat hari jarak antar pertandingan," ujar Simic kepada Warta Kota, Selasa (30/7/2019).

Menurut Simic sebelumnya juga Persija mendapat situasi yang tidak menguntungkan ini dan berkutat dengan pemulihan kondisi yang panjang setelah masa jadwal padat.

PSSI Putusankan Laga Tunda PSM vs Persija Tetap di Makassar, Persija Siap Main di Mana Saja

Kendati demikian, Simic memastikan akan tetap tampil fokus melawan Arema FC untuk pertandingan yang terdekat lantaran menurutnya Persija vs Arema merupakan laga big match.

Terlebih kedua suporter merupakan teman baik dan akan digelar di Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Senayan yang mempunyai kapasitas lebih dari 70.000 penonton.

Selebrasi Marko Simic bersama rekannya di Persija.
Selebrasi Marko Simic bersama rekannya di Persija. (Dok Persija Jakarta)

"Kami punya banyak pertandingan juga sebelumnya, pemain sudah capai dan menjalani masa pemulihan yang berat. Tapi kita akan lebih dulu fokus ke Arema ini super big match dan kami main di GBK," papar Simic.

Bermain di Stadion GBK, striker asal Kroasia itu ingin suporter memadati tribun san mendukung tim seperti biasanya.

Laga Tunda PSM vs Persija Digelar 6 Agustus 2019, Pejabat di Makassar Siap Pertaruhkan Jabatan

"Kami juga ingin fans datang untuk membuat GBK penuh dan mendukung tim seperti biasanya dan dapat hasil bagus sebagai persiapan untuk final Piala Indonesia setelahnya. Kami senang main lawan Arema," tutur Simic.

Sekadar informasi, the Jakmania saat ini masih memegang rekor sebagai penonton terbanyak dengan jumlah 70.306 orang pada leg pertama final Piala Indonesia kontra PSM Makassar.

Penulis: Gisesya Ranggawari
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved