Berita Internasional

Dibutuhkan Peran Aktif Indonesia untuk Mendukung Perdamaian Azerbaijan di Nogorno Karabakh

Kegiatan di antaranya dilakukan untuk melakukan hubungan luar negeri yang erat dengan Azerbaijan, Selasa (30/7/2019).

Dibutuhkan Peran Aktif Indonesia untuk Mendukung Perdamaian Azerbaijan di Nogorno Karabakh
Warta Kota/Gede Moenanto Soekowati
DPR RI melakukan kunjungan kerja bilateral ke Azerbaijan di antaranya untuk mendukung Nogorno Karabakh sebagai bagian Azerbaijan. 

ROMBONGAN pimpinan dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI) melakukan rangkaian kunjungan kerja ke Azerbaijan di antaranya untuk melakukan kegiatan hubungan luar negeri yang dilakukan parlemen Indonesia dengan sejumlah negara sahabat.

Kunjungan itu dilakukan oleh sejumlah anggota DPR yang dipimpin oleh Wakil Ketua DPR RI, Dr Fadli Zon MSc dengan diikuti oleh sejumlah anggota DPR RI seperti Achmad Farial (PPP), Bobby Adhityo Rizaldi SE MBA CFE (Partai Golkar), Ir Taslim Azis (Partai Gerindra), Pius Lustrilanang (Partai Gerindra), Refrizal (Partai Keadilan Sejahtera).

Kegiatan di antaranya dilakukan untuk melakukan hubungan luar negeri yang erat dengan Azerbaijan, Selasa (30/7/2019), dengan mengunjungi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Azerbaijan yang membawahi sejumlah kekuatan di antaranya kepolisian Azerbaijan, yang bertugas untuk menjaga keamanan di dalam negeri.

Menurut Fadli Zon, Indonesia bisa berperan aktif dalam menjaga perdamaian dunia di antaranya terkait dengan kawasan Azerbaijan, Nogorno Karabakh, yang dikucilkan oleh Armenia, diiringi sejumlah tindakan kekerasan pembantaian warganya, yang merupakan penduduk Muslim.

"Indonesia bisa berperan untuk menjaga perdamaian dan menyelesaikan persoalan Nogorno Karabakh dengan mengakui kawasan ini sebagai kawasan Azerbaijan," katanya dalam kunjungan di Kementerian Dalam Negeri Azerbaijan, yang berlokasi di Baku, yang merupakan ibu kota Azerbaijan.

Menteri Dalam Negeri Azerbaijan, Vilayat Eyvazov melakan pertemuan khusus bersama Fadli Zon, sebelum melakukan kegiatan yang terkait dengan pembicaraan antara DPR RI dengan perwakilan pemerintah Azerbaijan.

Dalam kesempatan itu, sejumlah anggota DPR mengikuti pertemuan yang dilakukan di kantor Menteri Dalam Negeri dengan didampingi sejumlah petinggi kepolisian yang berada di bawah Kementerian Dalam Negeri seperti dilakukan juga di sejumlah negara demokrasi lainnya.

Azerbaijan sendiri merupakan negara yang baru 27 tahun berdiri dan mempunyai kemajuan pesat dalam pembangunan dalam negeri yang terjadi karena merupakan sebuah negara kaya minyak.

Sejumlah pembangunan dilakukan dengan pesat menyusul pecahnya Uni Soviet yang ditandai dengan penyerbuan oleh Armenia terhadap warga sipil di Nogorno Karabakh.

Menurut Fadli Zon, dengan potensi yang dimiliki Azerbaijan, yang sangat besar, maka sebaiknya Indonesia meningkatkan hubungan antarnegara yang lebih baik dan bersahabat di mana sebagian minyak di Indonesia berasal dari Azerbaijan.

Halaman
1234
Penulis: Gede Moenanto
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved