Kesehatan

Terapi obat Untuk Penderita Kanker Usus Besar Agar Pengobatan Lebih Optimal

Wwaspada bila muncul darah saat Buang Air Besar (BAB), pola defeksi yang berubah, baik mudah diare atau sembelit secara bergantian.

Terapi obat Untuk Penderita Kanker Usus Besar Agar Pengobatan Lebih Optimal
Active Motif
Ilustrasi kanker usus besar 

Kejadian kanker usus besar alias kolorektal sudah semakin umum ditemukan dan penderitanya berusia lebih muda.

Namun, pada stadium awal, tidak ada gejala khas terlihat pada penderita kanker usus besar.

Meski begitu, perlu diwaspadai bila muncul darah saat Buang Air Besar (BAB), pola defeksi yang berubah, baik mudah diare atau sembelit secara bergantian.

Selain itu, sakit perut berulang, berat badan turun, pucat tanpa sebab yang jelas   teraba benjolan di perut .

Jika ada tanda-tanda itu, maka harus segera dilakukan kolonoskopi dilanjutkan dengan biopsy untuk menemukan kemungkinan kanker usus besar.

Cegah Serangan Kanker dan Kendalikan Penyakit Diabetes dalam Semangkuk Sayur Bayam

Seperti juga kasus kanker lain pada umumnya, kanker usus besar semakin ditemukan pada stadium dini, harapan hidup lima tahun kedepan untuk pasien akan semakin baik.

Prof Dr dr Ari Fahrial Syam SpPD mengatakan, jika kanker usus besar ditemukan pada stadium awal, maka harapan hidup 5 tahun kedepan mencapai 92 persen.

Sebaliknya jika ditemukan pada stadium 4, harapan hidup lima tahun kedepan tinggal 12 persen.

Apalagi pengobatan yang dilakukan juga membutuhkan lebih  lama dan biaya besar, bila ditemukan dalam stadium lanjut.

Walaupun pemerintah lewat BPJS juga menanggung pengobatan kanker usus besar.

Halaman
12
Penulis: Lilis Setyaningsih
Editor: Intan Ungaling Dian
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved