Pelatih Persija Julio Banuelos: Dilempari Batu Saat Latihan Itu Momen Terburuk dalam Karir Sepakbola

Pelatih Persija, Julio Banuelos menyebut momen mencekam pelemparan batu ke arahnya itu sebagai momen terburuk sepanjang karirnya di sepakbola.

Pelatih Persija Julio Banuelos: Dilempari Batu Saat Latihan Itu Momen Terburuk dalam Karir Sepakbola
Wartakotalive.com/Gisesya Ranggawari
Pelatih Persija Jakarta, Julio Banuelos (kanan) setelah memimpin latihan Persija, Senin (29/8/2019) sore di Lapangan TNI AU, Halim Perdanakusuka, Jakarta Timur. 

Pelatih Persija, Julio Banuelos menyebut momen mencekam pelemparan batu ke arahnya di Makassar sebagai momen terburuk sepanjang karirnya di sepakbola.

Skuad Persija Jakarta diserang dan dilempari batu oleh oknum suporter PSM pada saat setelah melakukan official training, Sabtu (27/7/2019) lalu di Stadion Andi Mattalata, Makassar jelang leg kedua final Piala Indonesia kontra PSM.

Tapi, pelatih asal Spanyol itu enggan membahasnya dan memilih untuk melupakan kejadian yang sempat membuat para anak asuhannya shock itu.

Marko Simic Ungkap Situasi Mencekam Saat Bus Persija Dilempari Batu oleh Oknum Suporter PSM Makassar

"Ya itu adalah kejadian pertama yang saya alami dan mungkin menjadi yang terburuk. Tapi lebih baik kita lupakan saja," ungkap Julio kepada Warta Kota selepas memimpin latihan, Senin (29/7/2019).

Julio mengaku lebih memilih untuk fokus mempersiapkan tim jelang pertandingan terdekat melawan Arema FC, Sabtu (3/7/2019) nanti di Stadion Gelora Bung Karno, Senayan.

"Yang terjadi kemarin biarlah berlalu. Saya tidak mau membahasnya lagi. Fokus saya hanya tentang persiapan tim. Itu saja," tegas eks asisten pelatih Leeds United itu.

Persija Jakarta Diteror di Makassar, Bus Pecah Kacanya, Hotel Tempat Menginap Dilempari Petasan

Sementara itu, striker Persija, Marko Simic yang terluka di bagian kakinya akibat serpihan kaca sedikit bercerita tentang situasi mencekam yang dialaminya saat bus pemain Persija dilempari batu.

Pada saat itu menurut Simic para pemain sedang bercanda dan saling melempar obrolan santai di dalam bus, namun tiba-tiba diserang oleh oknum suporter.

"Kami banyak menderita. Sebelumnya kami sedang bercanda dan tiba-tiba banyak batu berdatangan dan membuat kaca jendela pecah," ungkap Simic kepada Warta Kota, Senin (29/7/2019) di tempat terpisah.

"Dan pecahan kaca itu melukai kaki saya, untung tidak parah. Ini tidak biasa terjadi di sepak bola profesional," sambungnya.

PSSI Putusankan Laga Tunda PSM vs Persija Tetap di Makassar, Persija Siap Main di Mana Saja

Bahkan Simic mengungkapkan keluarganya yang berada di Kroasia ikut khawatir dengan keadaannya saat mendengar kabar berita yang terjadi pada bus Persija di Makassar.

"Sebelum kalian semua menganggap ini sebuah candaan, saya tekankan ini kejadian yang serius. Ada banyak darah pada saat itu, bahkan membuat keluarga saya sangat khawatir," tutur Simic.

Kendati demikian, Simic memberikan apresiasinya kepada PSSI yang sudah bergerak cepat membatalkan pertandingan Minggu kemarin setelah adanya insiden pelemparan batu itu.

"Situasi ini tidak aman jadi keputusan main dan tidaknya pemain hanya mengikuti manajemen. dan federasi juga saya pikir membuat keputusan yang bagus tentang situasi ini," tutur Simic.

Laga Tunda PSM vs Persija Digelar 6 Agustus 2019, Pejabat di Makassar Siap Pertaruhkan Jabatan

Dalam final Piala Indonesia dengan sistem dua leg ini, Persija sendiri sejatinya sudah unggul agregat 1-0 hasil dari kemenangan pada leg pertama yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan pekan lalu.

Setelah insiden pelemparan batu kepada bus Persija itu terjadi, PSSI memutuskan untuk menunda pertandingan dan dipindah ke Selasa (29/7/2019) pekan depan namun masih di Stadion Andi Matalatta, Makassar.

Penulis: Gisesya Ranggawari
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved