H. Abdurrahman Mas’ud: Sukses itu Perlu “Nekat”

Agar sukses terkadang perlu mengambil keputusan secara ‘nekat’. Nekat dalam arti keberanian mengambil keputusan dengan cepat, namun dibarengi dengan

H. Abdurrahman Mas’ud: Sukses itu Perlu “Nekat”
Istimewa
Aris W Nuraharjo 

WARTA KOTA,JAKARTA - Agar sukses terkadang perlu mengambil keputusan secara ‘nekat’. Nekat dalam arti keberanian mengambil keputusan dengan cepat, namun dibarengi dengan kerja keras.
Hal ini disampaikan Kepala Badan (Kaban) Litbang dan Diklat Kementerian Agama Prof. H. Abdurrahman Mas’ud, Ph.D dalam kegiatan bedah buku Mendakwahkan Smiling Islam: Dialog Kemanusiaan Islam dan Barat, yang diselenggarakan Balai Litbang Agama Jakarta (BLAJ), di Jakarta, Kamis (25/07).

Bedah buku ini dihadiri 75 orang. Selain para peneliti, akademisi, serta aktivis ormas keagamaan perwakilan dari NU, Muhammadiyah, dan Persis, juga hadir para mantan Kepala BLAJ antara lain Prof. Marzani.

Dalam acara bedah buku tersebut Abdurrahman Mas’ud menceritakan soal keberanian dirinya dalam mengambil keputusan untuk kuliah di luar negeri.

“Waktu itu saya membawa keluarga ikut pindah ke Amerika, anak-anak saat itu masih kecil. Pengeluaran sehari-hari hanya dari beasiswa kuliah yang tidak seberapa. Jadi harus bisa mengatur pengeluaran selama tinggal di sana,” ujarnya.

Sementara itu, Abdurrahman Mas’ud menilai keberanian untuk mengambil keputusan secara ‘Nekat’ tidak didapat pada jiwa anak jaman sekarang.

“Untuk anak jaman sekarang saya lihat banyak perhitungan dan pertimbangan dalam mengambil keputusan. Padahal dari keterbatasan itu kita bisa mendapat pelajaran berharga, yang penting punya kemauan yang keras untuk sukses,” ungkapnya.

Buku otobiografi ini menceritakan perjalanan hidup Abdurrahman Mas’ud, bagaimana seorang yang datang dari kota kecil di Indonesia, kemudian bisa kuliah S2 hingga S3 dan tinggal selama 8 tahun di Amerika. Buku ini telah ditulis sejak lima tahun silam. Persisnya saat ia masih menjabat sebagai Kepala Puslitbang Agama dan Keagamaan Balitbang Diklat periode 2012-2014. Karena satu dan lain hal, akhirnya buku tersebut baru diterbitkan pada 2019.

Dalam buku ini, Abdurrahman Mas’ud juga menceritakan pengalamannya saat menjadi pembicara di beberapa kampus di Amerika. Dimana kerap membagi cerita pada mahasiswa dari berbagai negara seputar islam yang ramah.

“Buku ini mendesiminasikan, menyampaikan dan mengkabarkan yang saya pandang sebagai sukses story selama saya pernah kuliah di luar negeri dari beasiswa hingga menjadi profesor,” ujar Abdurrahman Mas’ud.

Ia menambahkan, bahwa dari isi buku ini, dirinya ingin menyampaikan tentang Islam ramah.

Halaman
12
Editor: Andy Prayogo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved