Antisipasi Kekeringan, Pemkot Jakut Koordinasi dengan PAM Jaya Tambah Suplai Air Bersih

Musim kemarau berkepanjangan membuat Pemkot Jakarta Utara berkoordinasi dengan PAM Jaya, PT Palyja dan PT Aetra untuk penambahan suplai air bersih.

Antisipasi Kekeringan, Pemkot Jakut Koordinasi dengan PAM Jaya Tambah Suplai Air Bersih
Warta Kota/Adhy Kelana
Kegiatan untuk menerima pasokan air bersih di Kecamatan Cibarusah, Kabupaten Bekasi itu dikawal oleh petugas kepolisian dari Polsek Cibarusah, Rabu (3/7/2019). 

Musim kemarau berkepanjangan membuat Pemerintah Kota Jakarta Utara berkoordinasi dengan PAM Jaya, dalam hal ini PT Palyja dan PT Aetra terkait rencana penambahan suplai air bersih.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Jakarta Utara Suroto mengatakan rencana penambahan suplai air bersih dilakukan apabila wilayah itu memang benar-benar mengalami kekurangan air bersih.

Penambahan suplai air bersih diutamakan pada sejumlah wilayah yang belum terpasang instalasi air bersih seperti kawasan Tanah Merah, Koja, Kampung Sawah, Cilincing, dan Kamal Muara, Penjaringan.

Dampak Musim Kemarau Panjang, 11 Kecamatan Kekeringan, Warga Kelimpungan Dapatkan Air Bersih

“Kita berkoordinasi dengan PAM Jaya, termasuk dengan PT Palyja dan PT Aetra untuk merencanakan penambahan suplai air bersih di sejumlah wilayah yang mengalami kekeringan,” katanya, Senin (29/7/2019).

Nantinya penambahan suplai air bersih harus melalui pengajuan surat dari RT/RW setempat yang diketahui lurah.

Setelah itu surat permohonan dikirimkan kepada penyedia air bersih yang memiliki kewenangan di wilayah tersebut.

BMKG: Waspadai Kekeringan Air Bersih, Kemarau di Jakarta Bakal Sampai Oktober

“Jadi pengajuan permohonannya bukan atas nama pribadi, tapi melalui RT/RW setempat. Nanti setelah itu suplai air bersih ditambah,” jelasnya.

Sementara ditribusi penambahan suplai air bersih, akan dibantu oleh petugas Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Utara dan Suku Dinas Kehutanan Jakarta Utara.

Bantuan dari sejumlah Unit Perangkat Kerja Daerah (UKPD) tersebut dalam rangka ikut menyuplai air bersih yang telah disediakan menuju lokasi distribusi dengan menggunakan kendaraan dinas dari tandon.

Ini Alasan Selama Musim Kemarau Harga Cabai Merah Kering Sulit Turun

“Jadi mekanismenya nanti UKPD berperan dalam pendistribusian air bersih jika PT Palyja dan PT Aetra kekurangan kendaraan dalam pendistribusian air bersih,” ujarnya.

Masyarakat juga dihimbau agar ikut menghemat penggunaan air bersih.

Langkah ini ditempuh supaya air bersih yang tersedia sekarang mampu mencukupi seluruh kebutuhan masyarakat di Jakarta Utara.

“Dengan berhemat maka akan meningkatkan perekonomian juga. Tidak terlalu besar pembayaran air bersih yang dipakai setiap bulannya,” tutupnya.

Rencana penambahan suplai air bersih merujuk pada prediksi Badan Metrologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait musim kemarau di wilayah Jakarta Utara yang akan berlangsung hingga November 2019.

Penulis: Junianto Hamonangan
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved