Penembakan

Foto dan Pesan Terakhir Bripka Rachmat Effendy Sebelum Ditembak 7 Kali oleh Brigadir Rangga Tianto

Simak isi pesan terakhir Bripka Rachmat Effendy, sebelum tewas ditembak mati Brigadir Rangga Tianto di SPK Polsek Cimanggis, Kota Depok.

Foto dan Pesan Terakhir Bripka Rachmat Effendy Sebelum Ditembak 7 Kali oleh Brigadir Rangga Tianto
ISTIMEWA
Bripka Rachmat Effendy (kiri) dan Brigadir Rangga Tianto 

Simak isi pesan terakhir Bripka Rachmat Effendy, sebelum tewas ditembak mati Brigadir Rangga Tianto di Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) di Polsek Cimanggis, Jalan Raya Bogor, Kota Depok, Jawa Barat.

Pada momen Bripka Rachmat Effendy sebelum tewas, sempat Bripka Rachmat Effendy mengirim foto dan pesan.

Diketahui, isi pesan dan foto Bripka Rachmat Effendy, yakni soal aktivitas terkini Bripka Rachmat Effendy sebagai Ketua Pokdarkamtibmas Cimanggis.

Mengenai isi pesan dan foto terakhir Bripka Rachmat Effendy, dikirim ke grup WhatsApp (WA) ke seluruh rekan kerjanya di staf Subdit Regident Ditlantas Polda Metro Jaya.

Dari Festival Condet Hingga Atraksi Ronda Macan Kemayoran Di Rumah Si Pitung

Penerbangan Citilink di Bandara Soetta untuk Sementara Dipindah

Tak Tahan Kritik, Carla Pereyra Hapus Semua Komentar

Foto yang diunggahnya adalah saat Bripka Rachmat berhasil mengamankan satu pelaku tawuran di wilayahnya di Cimanggis.

Turut pula dia mengirim foto senjata tajam berupa celurit yang berhasil ia amankan dari pelaku tawuran.

Dalam unggahan itu, Bripka Rachmat Effendy menuliskan pesan, akan membawa pelaku tawuran dan celurit yang diamankannya ke Mapolsek Cimanggis.

Sebab perbuatan para pelaku tawuran sangat membahayakan dan meresahkan warga.

Tangerang Terapkan Sistem ATM Beras Agar Tidak Ada Masyarakat yang Kelaparan

Untuk Bisa Lebih Baik, Tangsel Butuh Pemimpin Alternatif

Anak Tukang Becak Berhasil Jadi Dosen Kimia di ITB dan Lulus S2 Dalam Waktu 10 Bulan, Simak Kisahnya

Hal itu dikatakan atasan langsung Bripka Rachmat yakni Kepala Subdit Regident Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Sumardji, kepada Warta Kota, Jumat (26/7/2019).

"Jadi beberapa saat sebelum kejadian ditembak, Bripka Rachmat sempat posting foto amankan pelaku tawuran dan foto celurit yang disita," kata Sumardji.

Unggahan Bripka Rachmat selalu disambut dengan komentat positif dan salut terhadap Rachmat yang sangat antusias mengamankan warga dan masyarakat di wilayahnya.

"Bukan sekali ini dia posting giat sebagai Ketua Pokdar.

Mau Lebih Tampan, Andika eks Kangen Band Habiskan Belasan Juta Rupiah

Hadapi Era Digital dan Milenial, Pengusaha Dituntut Beradaptasi Supaya Tidak Ketinggalan Zaman

Ketimbang Narkoba, Andika eks Kangen Band Pilih Kecanduan Salon Kecantikan

Cukup sering juga. Makanya kita salut sama almarhum yang rela setelah pulang kantor malamnya aktid jadi angggota Pokdar monitor wilayahnya," kata Sumardji.

Namun, nyatanya, kata Sumardji, tak disangka, karena giat yang diunggahnya itulah, Bripka Rachmat ditembak Brigadir Rangga, personel dari Baharkam Polri, di SPK Polsek Cimanggis, Kamis malam.

Menurut Sumardji, Bripka Rachmat dikenal sebagai sosok yang memilIIiki integritas tinggi dalam melayani, mengayomi dan membina masyarakat.

Sumardji yang merupakan atasan langsung Bripka Rachmat, menilai selama bertugas di Subdit Regident Ditlantas Polda Metro Jaya sebagai staf bagian penomoran kendaraan, tak ada hal negatif atau catatan buruk yang dilakukan Bripka Rachmat.

Keluarga berada di samping peti jenazah Alm Bripka Rahmat Effendy di Rumah Duka Tapos, Depok, Jawa Barat, Jumat (26/7/2019). Bripka Rahmat Effendy tewas setelah ditembak sesama anggota polisi Bripda RT di Polsek Cimanggis Depok. ANTARA FOTO/ Asprilla Dwi Adha/wpa/pras. (ASPRILLA DWI ADHA)

"Jadi saya tahu benar keseharian dia, karena saya atasannya langsung. Rachmat ini punya rasa tanggung jawab besar dan disiplin dalam bekerja. Dia punya integritas tinggi dalam pekerjaannya.

Dikasih pekerjaan apapun pasti selesai. Ibadah dan sholatnya juga bagus. Karena Rachmat ini kan lama di Brimob. Dia bertugas di Ditlantas baru sekitar sejak 2015, lalu" kata Sumardji saat berbincang dengan Warta Kota, Jumat (26/7/2019).

Bripka Rachmat diakui Sumardji adalah sosok yang rajin dan memiliki kemauan serta keinginan untuk berbuat sesuatu bagi masyarakat banyak.

"Mengenai keinginan almarhum untuk berbuat sesuatu bagi masyarakat ini, bukan hanya omongan saja.

Firasat Tak Enak Bripka Rachmat Effendy (TribunMataram Kolase/Sosok.id)

Contoh dan buktinya dia mau menjadi Ketua Pokdarkamtibmas di Kecamatan Cimanggis dimana ia tinggal," kata Sumardji.

Karenanya, kata Sumardji, sehabis bekerja di Subdit Regident Ditlantas Polda Metro Jaya, malam harinya Rachmat pasti menyempatkan diri memantau lingkunganya sebagai Ketua Pokdarkamtibmas.

"Sebagai Ketua Pokdarkamtibmas, Rachmat ini betul-betul aktif sekali. Ia sangat menjaga lingkungan dan membela masyarakat di tempat tinggalnya.

Kenapa saya tahu, karena Rachmat ini cukup sering posting di grup WA staf Regident, beberapa aktifitasnya jadi Pokdarkamtibmas seusai pulang kerja," kata Sumardji.

Menurut dia, karena kemauan dan keinginan yang kuat berbuat bagi masyarakat, Rachmat rela melakukan kerja ekstra sebagai Pokdarkamtibmas usai pulang kantor.

"Kalau tak punya kemauan dan keinginan berbuat bagi masyarakat enggak mungkin dia mau capek capek pulang kantor lalu malamnya kerja ekstra lagi sebagai pokdar," kata Sumardji.

Karenanya kata Sumardji, apa yang dilakukan Bripka Rachmat patut mendapat apresiasi dari masyarakat atau paling tidak dicontoh.

"Dia benar-benar sosok polisi yang mau berbuat bagi masyarakat terutama dalam menjaha keamanan dan ketertiban warga.

Itu makanya dia sempat mengamankan pelaku tawuran yang membawa celurit sebelum jadi korban penembakan," papar Sumardji.

Sebagai Ketua Pokdarkamtibmas, Bripka Rachmat selalu turun langsung ke lapangan jika ada keributan atau saat dilapori warga ada tawuran atau keributan lain di wilayahnya.

"Ini yang patut dicontoh dari almarhum. Ia selalu ingin mengabdikan dirinya bagi masyarakat," kata Sumardji.

Dengan peristiwa ini kata Sumardji ia sangat kehilangan salah satu anak buah terbaiknya.

"Kami di subdit regident sangat kehilangan sosok Bripka Rachmat yang memiliki idealisme melayani masyarakat dalam bekerja," katanya.

Untuk Bisa Lebih Baik, Tangsel Butuh Pemimpin Alternatif

Anak Tukang Becak Berhasil Jadi Dosen Kimia di ITB dan Lulus S2 Dalam Waktu 10 Bulan, Simak Kisahnya

Cegah Radikalisme di Kabupaten Bekasi, Unsur Muspida Tandatangani MoU

Pemakaman jenazah Bripka Rahmat Efendy meninggal ditembak rekan polisi (Tribun Jakarta)

Juga ia dan jajarannya mengaku sangat berduka cita yang mendalam dengan meninggalnya Bripka Rachmat Effendy.

Seperti diketahui Bripka Rachmat Effendy meninggal dengan 7 luka tembakan di tubuhnya.

Ia ditembak oleh Brigadir Rangga Tianto di ruangan Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) di Polsek Cimanggis, Jalan Raya Bogor, Kota Depok, Jawa Barat Kamis malam sekitar pukul 20.50 WIB.

Artikel ini telah tayang di Tribunmataram.com dengan judul "Pesan Terakhir Bripka Rachmat Effendy Sebelum Meninggal Dunia Ditembak Rekan Polisinya hingga 7 Kali"

Editor: Panji Baskhara
Sumber: Tribun Mataram
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved