Berita Bekasi

Cegah Radikalisme di Kabupaten Bekasi, Unsur Muspida Tandatangani MoU

Unsur Pimpinan Daerah Kabupaten Bekasi melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) atau Nota kesepahaman untuk mencegah paham radikal

Cegah Radikalisme di Kabupaten Bekasi, Unsur Muspida Tandatangani MoU
dok.Humas Pemkab Bekasi
Unsur Pimpinan Daerah Kabupaten Bekasi melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) atau Nota kesepahaman untuk mencegah paham radikalisme. 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Muhammad Azzam

BEKASI, WARTAKOTALIVE.COM -- Unsur Pimpinan Daerah Kabupaten Bekasi melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) atau Nota kesepahaman untuk mencegah paham radikalisme.

Unsur Muspida itu terdiri dari Bupati Bekasi, Kapolres Metro Bekasi, Kejaksaan Negeri Kabupaten Bekasi, MUI Kabupaten Bekasi, dan Kementerian Agama Kabupaten Bekasi.

Nota Kesepahaman tersebut berisi tentang kesepakatan bersama dalam rangka pencegahan penyebaran pemahaman radikalisme di Kabupaten Bekasi.

"Ya kami telah melakukan tandatangan nota kesepahaman Jumat kemarin, ini sebagai bentuk komitmen dan dukungan kami sebagai upaya pemberantasan paham radikalisme," kata Bupati Bekasi, Eka Supria Atmaja, Minggu (28/7/2019).

Eka sangat mengapresiasi terhadap apa yang dilakukan Polres Metro Bekasi. Dirinya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung kegiatan ini.

"Saya sangat mengapresiasi dan menilai sangat positif atas hal baik yang kita lakukan, saya berharap semoga dengan adanya kesepahaman ini semua dapat bekerja sama dan bersinergi dalam mencegah paham radikalisme," tutur Eka.

Eka menambahkan dukungan penuh pemerintah daerah akan diberikan khususnya dalam hal pemberian pemahaman ataupun penyuluhan kepada masyarakat dalam mencegah paham radikalisme.

"Kita akan dukung, mulai dari tingkat Kecamatan, Desa hingga RT/RW kita gencarkan sosialisasi atau penyuluhan cegah radikalisme," katanya.

Sementara itu, Kapolres Metro Bekasi Candra Sukma Kumara menuturkan, akan melakukan sosialisasi pencegahan paham radikalisme dan terorisme dengan memberikan edukasi ke masyarakat berupa penyuluhan.

"Nantinya kita akan masuk ke sekolah-sekolah terutama memang yang banyak menjadi target adalah anak sekolah yang memang rasa ingin tahunya lebih besar.

"Kemudian nanti kita akan membentuk satu tim atau satgas akan road show memberikan penyuluhan," ucapnya.

Menurutnya, dengan penyuluhan tersebut, disamping dalam rangka meningkatkan wawasan dan pemahaman bagi para pelajar tentang paham dan aliran yang dapat membahayakan pertumbuhan generasi muda,

juga sebagai langkah strategis dalam upaya untuk menangkal dan membentengi diri dari paham radikalisme.

"Saya berharap generasi muda khususnya kalangan pelajar akan lebih waspada terhadap ancaman dari luar dan juga sebagai modal untuk memahami lingkungan sehingga tidak mudah terpengaruh dengan adanya aliran radikal," paparnya. (MAZ)

Penulis: Muhammad Azzam
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved