Infrastruktur

Skybridge Pemuda Rawamangun, Bentuk Segi Enam dan Konsep Sarang Lebah

Struktur segi enam di dalam konstruksi skybridge yang dibangun oleh PT Jakarta Propertindo itu, mengambil filosofi sarang lebah madu.

Skybridge Pemuda Rawamangun, Bentuk Segi Enam dan Konsep Sarang Lebah - skybridge-velodrome.jpg
Warta Kota/Rangga Baskoro
Bentuk Skybridge Pemuda Rawamangun hampir mirip dengan JPO Sudirman, Pulogadung, Jakarta Timur, Jumat (26/7/2019).
Skybridge Pemuda Rawamangun, Bentuk Segi Enam dan Konsep Sarang Lebah - skybridge-stasiun-lrt-velodrome.jpg
Warta Kota/Rangga Baskoro
Bentuk Skybridge Pemuda Rawamangun hampir mirip dengan JPO Sudirman, Pulogadung, Jakarta Timur, Jumat (26/7/2019).
Skybridge Pemuda Rawamangun, Bentuk Segi Enam dan Konsep Sarang Lebah - skybridge-lrt.jpg
Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Warga melintasi Jembatan Skybridge atau jembatan penghubung antara Stasiun LRT dengan halte bus Transjakarta Pemuda Rawamangun, Jakarta Timur.

Jakarta memiliki jembatan penyeberangan orang (JPO) artistik di Halte Pemuda Rawamangun, Pulo Gadung, Jakarta Timur.

JPO yang berbentuk jembatan penghubung (skybridge) tersebut juga menjadi simbol diintegrasikannya dua moda transportasi yang berbeda, yakni kereta LRT Jakarta  dan bus Transjakarta.

Jembatan itu menghubungkan antara Halte Transjakarta Pemuda Rawamangun dengan Stasiun LRT Velodrome

Dari halte Pemuda Rawamangun tersedia bus Transjakarta yang melayani Koridor 4 (Pulogadung-Dukuhatas), Koridor 4A (TUGas-Grogol), dan 4C (TUGas-Bundaran Senayan). 

Skybridge sepanjang 270 meter itu mulai dibuka untuk umum dan beroperasi sebagai jembatan penghubung dua moda transportasi itu pada Jumat (26/7/2019) ini.

Setelah turun dari bus TransJakarta di halte itu, pengunjung bisa langsung menuju Stasiun LRT Velodrome, begitu juga sebaliknya.

Terinspirasi Sarang Lebah

Yang tak kalah menarik dari Skybridge Pemuda Rawamangun itu adalah bentuknya yang artistik.

Keindahannya bisa disejajarkan dengan Skybridge Gelora Bung Karno di Jalan Sudirman, Senayan, Jakarta Pusat.

"Ya memang hampir sama. Konsep kita, kebetulan ada beautifikasinya. Menjadi fasilitas publik, paling tidak, secara estetika enak dilihat. Makanya kami kasih ornamen dan estetika seperti itu. Kalau di Sudirman bentuknya kotak, di sini segi enam," ungkap Direktur Proyek PT Jakarta Propertindo Iwan Takwin di Stasiun Velodrome, Jakarta Timur, Jumat (26/7/2019).

Makna dari struktur segi enam di dalam konstruksi skybridge yang dibangun oleh PT Jakarta Propertindo itu, mengambil filosofi sarang lebah madu yang juga berbentuk sama.

"Segi enam itu seperti sarang lebah, di mana semua hal yang baik itu dari sana. Tempat bersarangnya semua kebaikan. Paling tidak begitu maksudnya," katanya.

Terdapat rangka baja di sisi luar ditambah dengan ornamen lampu bewarna-warni.

"Panjangnya 270 meter, struktur full baja. Kenapa? Karena kami butuh metode kerja menggunakan modular itu biar lebih cepat, lebih bersih dan tahan lama," jelasnya.

Penulis: Rangga Baskoro
Editor: Ika Chandra Viyatakarti
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved