Gempa Bumi

Potensi Gempa dan Tsunami Dahsyat di Selatan Jawa Pasti Terjadi dan Hanya Menunggu Waktu

Bencana gempa dan tsunami dahsyat di Selatan Jawa pasti akan terjadi, namun belum diketahui kapan gempat dan tsunami di Selatan Jawa tersebut.

Potensi Gempa dan Tsunami Dahsyat di Selatan Jawa Pasti Terjadi dan Hanya Menunggu Waktu
istimewa
Informasi mengenai potensi gempa dan tsunami di wilayah Pantai Selatan Jawa yang beredar melalui media sosial banyak membuat masyarakat menjadi resah dan khawatir. 

Bencana gempa dan tsunami dahsyat di Selatan Jawa pasti akan terjadi, namun belum diketahui kapan gempa dan tsunami di Selatan Jawa tersebut.

Masyarakat pun kini hanya menunggu waktu gempa dan tsunami di Selatan Jawa itu.

WartaKotaLive melansir SuryaMalang, kabar gempa dan tsunami dahsyat Selatan Pulau Jawa kini sedang marak diperbincangkan di media sosial hingga pemberitaan berbagai media.

Akhirnya, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) akhinya memberikan rilis pada tanggal 21 Juli 2019 mengenangi isu tersebut.

Ini Daftar Harga LMPV Baru di GIIAS 2019 di Bawah Rp 200 Juta, dari Toyota hingga Wuling

PENYEBAB Polisi Tembak Polisi Terbongkar,Minta Pelaku Tawuran Tak Diproses Hukum tapi Ditolak Korban

5 Tahun Menjanda, Ayu Ting Ting Berikan Sinyal Akan Menikah Lagi

Dalam rilisnya, BKMG menyebut bahwa hal itu merupakan potensi dan bukan lagi menjadi prediksi.

Untuk itu, BMKG mengimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpancing isu yang beredar.

Menanggapi hal tersebut, Geoscientist dari Universitas Brawijaya (UB) Malang, Prof Adi Susilo PhD memberikan tanggapan mengenai isu gempa dan tsunami tersebut.

Menurutnya, bencana itu bisa saja terjadi, karena di selatan Pulau Jawa merupakan jalur pertemuan antara lempeng benua dengan lempeng samudera.

Setelah Lagu Tanpa Huruf R yang Fenomenal, Nadya Fatira Kini Menyanyikan Single Bersaudara

Ungkit-ungkit Soal Makan Teman, Maia Estianty Sindir Mulan Jameela?

Putra Jokowi, Gibran Rakabuming dan Kaesang Pangarep Masuk Bursa Wali Kota Solo

Prof Adi menjelaskan, jika selama ini lempeng benua yang ia sebut lempeng Eurasia tersebut mendorong terus menerus lempeng samudera atau lempeng Indo-Australia.

Pergerakan dari lempengan tersebut diperkirakan mencapai 6-7 Cm per tahun.

Halaman
1234
Editor: Panji Baskhara
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved