Penembakan

Polisi Dalami Motif Lain Penembakan Bripka Rachmat Effendy

Polisi masih mendalami kemungkinan motif lain kasus penembakan oleh Brigadir Rangga terhadap Bripka Rachmat Effendy di ruang SPK Polsek Cimanggis.

Polisi Dalami Motif Lain Penembakan Bripka Rachmat Effendy
Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono 

Brigadir Rangga juga berpakaian nondinas, untuk menemani.

Z dan Brigadir RT sama-sama warga Kelurahan Jatijajar, Kecamatan Tapos, Depok.

Setelah bertemu di Polsek Cimanggis, Brigadir RT meminta ke Bripka Rachmat agar FZ jangan ditahan, melainkan dibina saja oleh orang tuanya.

Akan tetapi, permintaan Brigadir RT dibalas Bripka Rachmat dengan nada bicara yang tinggi.

 Anak Dibully Sampai Ditusuk Dadanya dengan Pensil Cuma Gara-gara Tak Setia Kumpulkan PR

"Proses sedang berjalan dan saya sebagai pelapornya," jawab Bripka Rachmat dengan suara tinggi kepada Brigadir Rangga, seperti tersebut dalam laporan.

Suara tinggi Bripka Rachmat rupanya membuat Brigadir RT naik pitam.

Dalam kondisi emosi, Brigadir RT ke rungam sebelah mengeluarkan senjata apinya dan langsung menghampiri Bripka Rachmat.di ruangan SPK.

Ia lalu menembak Bripka Rachmat sebanyak tujuh kali.

Peluru tersebut bersarang di bagian dada, leher, paha, dan perut Bripka Rachmat hingga korban tewas seketika.

 KONDISI Bripka RE Tewas Seketika dengan 7 Luka Tembak di Dada, Leher, Paha dan Perut

Aenjata api yang digunakan Brigadir Rangga menghabisi nyawa Bripka Rachmat adalah HS-9, senapan genggam semi otomatis kaliber 9 milimeter yang merupakan senjata standar anggota Polri. (bum)

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved