Penembakan

Mata Ayah Bripka Rachmat Berkaca-kaca Saat Curhat Kematian Anaknya

Arsyad Muhammad Zaelani, Ayah Bripka Rachmat Effendy, tak mampu menyembunyikan kesedihan saat menyampaikan curahan hatinya kepada Warta Kota, Jumat.

Mata Ayah Bripka Rachmat Berkaca-kaca Saat Curhat Kematian Anaknya
Warta Kota/Gopis Simatupang
Mata Arsyad Muhammad Zaelani (70), Ayah Bripka Rachmat Effendy (41), berkaca-kaca saat menyampaikan curahan hatinya kepada Warta Kota di rumah duka, Permata Tapos Residence, Kelurahan Sukamaju Baru, Kecamatan Tapos, Kota Depok, beberapa saat sebelum jenazah Bripka Rachmat dibawa ke Graha Prima, Desa Singasari, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor, untuk dimakamkan, Jumat (26/7/2019). 

Arsyad Muhammad Zaelani (70), Ayah Bripka Rachmat Effendy (41), tak mampu menyembunyikan kesedihan saat menyampaikan curahan hatinya kepada Warta Kota, Jumat (26/7/2019).

Kedua mata Arsyad Muhammad Zaelani ayah Bripka Rachmat Effendy berkaca-kaca saat menyampaikan rasa kehilangan mendalam terhadap anaknya.

Bripka Rachmat adalah anak kelima dari enam bersaudara, dari pasangan Arsyad dan Onih Supartini (68).

"Aduh, sebagai orangtua merasa terpukul sekali. Karena dia sehat biasa, ngobrol biasa, tahu-tahu dengan tiba-tiba enggak ada (meninggal) gitu. Kayaknya bagaimana gitu. Jadi benar-benar kehilangan. Terpukullah," curhat Arsyad kepada Warta Kota.

Saat itu, Arsyad mencurahkan isi hatinya di rumah duka, Permata Tapos Residence, Kelurahan Sukamaju Baru, Kecamatan Tapos, Kota Depok, beberapa saat sebelum jenazah Bripka Rachmat dibawa ke Graha Prima, Desa Singasari, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor, untuk dimakamkan, Jumat (26/7/2019).

 Geger Polisi Tembak Polisi 7 Kali, Pelayanan di Polsek Cimanggis Kembali Normal, Ada yang Tak Tahu

 KRONOLOGI Lengkap Polisi Tembak Polisi,Brigadir RT Berondong Korban 7 Peluru Dari Leher sampai Perut

 PENYEBAB Polisi Tembak Polisi Terbongkar,Minta Pelaku Tawuran Tak Diproses Hukum tapi Ditolak Korban

Meski amat terpukul, Arsyad telah mengikhlaskan kepergian putranya dan berharap mendapat tempat terbaik di sisi Yang Maha Kuasa.

"Mudah-mudahan dengan jalannya begini kita kan enggak tahu, ya. Tuhan Yang Maha Kuasa yang punya urusan, jadi hanya mendoakan aja sebagai orang tua," katanya.

"Anaknya mudah-mudahan diterima oleh Allah Subahana Wataala, diterima di sisi Allah Subahana Wataala," ucap Arsyad dengan mata berkaca-kaca.

Keterlaluan

Arsyad tidak berbicara banyak menyikapi kematian anaknya di tangan sesama rekan polisi.

Halaman
1234
Penulis: Gopis Simatupang
Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved