Ketua PBNU KH Said Aqil Siradj Mendorong Ekonomi Keislaman dan Bisnis Halal Melalui Kampus

“Saya berharap kampus ini nantinya melahirkan intelektual dan para ahli ekonomi islam yang berkontribusi untuk kemaslahatan umat,”

Ketua PBNU KH Said Aqil Siradj Mendorong Ekonomi Keislaman dan Bisnis Halal Melalui Kampus
Warta Kota/Gopis Simatupang
Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siradj, menjelaskan pertumbuhan ekonomi islam dalam acara peresmian kampus STEI Nahdlatul Ulama Arridho, di kawasan Cilodong, Kota Depok, Jumat (26/7/2019). 

Akhir-akhir ini perekonomian Islam memiliki prospek dan pertumbuhan yang luar biasa.

Seiring maraknya bisnis halal, ekonomi dengan ciri keislaman mendapat tempat yang semakin baik dari waktu ke waktu.

Demikian dikatakan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Said Aqil Siradj dalam acara peresmian kampus STEI Nahdlatul Ulama Arridho, di kawasan Cilodong, Kota Depok, Jumat (26/7/2019) kepada Wartakotalive.com.

Karenanya, Kyai Said mengaku senang dengan hadirnya kampus berbasis keilmuan ekonomi islam di Kota Depok tersebut.

“Saya berharap kampus ini nantinya melahirkan intelektual dan para ahli ekonomi islam yang berkontribusi untuk kemaslahatan umat,” ujar Kyai asal Cirebon itu, di sela-sela peresmian.

Kyai Said juga berharap kampus ini memiliki pusat kajian dan kebijakan ekonomi islam.

Sementara itu, Ketua Yayasan Pembangunan Arridho KH Ahmad Bukhori mengatakan, dengan adanya STEINU, masyarakat dapat mempersiapkan diri menuju ekonomi halal yang sangat menjanjikan, bahkan di negara-negara non muslim.

Dijelaskannya, ekonomi halal telah menjadi idola baru perekonomian global yang kapitalisasinya terus meningkat.

Pemerintah juga telah menyiapkan perangkat hukum melalui Undang-undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal yang esensinya mengatur kehalalan suatu produk guna melindungi kepentingan konsumen domestik terhadap barang impor yang sudah teruji kehalalannya.

Selain itu juga mengamankan ekspor produk komoditas agar dapat diterima terutama ke negara negara Timur Tengah dan OKI.

Yayasan Arridho yang telah lama memiliki SLTP, SLTA dan pondok pesantren merasa perlu hadir di tengah masyarakat dalam bentuk pendidikan ekonomi halal, yang didukung PBNU.

“Model kerjasama antara yayasan dengan nahdlatul ulama semoga juga dapat diterapkan di tempat lain,” kata Ahmad Bukhori.

Fokus kembangkan SDM

Rektor STEI Nahdlatul Ulama (STEINU) Arridho, Fatkhuri Wahmad menambahkan, pemerintah telah menerbitkan Masterplan Ekonomi Syariah.

Hal itu, katanya, merupakan tantangan yang harus dijawab dengan melahirkan sumberdaya manusia yang unggul, kompetitif, dan berkarakter di bidang Ekonomi Islam.

“Maka STEINU Arridho akan berfokus mengembangkan SDM tersebut,” tutur Fatkhuri.

Penulis: Gopis Simatupang
Editor: Dedy
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved