Penembakan

Kakek Arsyad Dukung Cucunya jadi Polwan, Meski Ayahnya Tewas di Tangan Sesama Polisi

Mendukung cita-cita cucunya, Grace Cenia Effendy, untik menjadi Polwan mengikuti pilihan hidup ayahnya, Bripka Rachmat Effendy.

Kakek Arsyad Dukung Cucunya jadi Polwan, Meski Ayahnya Tewas di Tangan Sesama Polisi
Warta Kota/Gopis Simatupang
Raut kesedihan tampak dari wajah orang-orang terdekat Bripka Rachmat, mulai dari ayah, ibu, istri, dan dua anaknya, di rumah duka Permata Tapos Residence, Tapos, Kota Depok, Jumat (26/7/2019) siang, beberapa saat sebelum almarhum dibawa ke pemakaman di Jonggol, Kabupaten Bogor. 

WARTA KOTA, DEPOK--- Arsyad Muhammad Zaelani (70), ayah Bripka Rachmat Effendy (41), mendukung cita-cita cucunya, Grace Cenia Effendy (18), untuk menjadi anggota polisi wanita (Polwan) mengikuti pilihan hidup ayahnya.

Grace adalah anak pertama Bripka Rachmat Effendy (41), yang tewas mengenaskan di tangan rekannya sesama anggota Polri di ruang SPKT Polsek Cimanggis, Kota Depok, Kamis (25/7/2019) malam.

"Yang tertua, Grace, yang mau jadi polisi juga seperti bapaknya," ujar Arsyad kepada Warta Kota di rumah duka Bripka Rachmat, di Permata Tapos Residence, Kelurahan Sukamaju Baru, Kecamatan Tapos, Kota Depok, Jumat (26/7/2019).

3 Cara Investasi Mudah dan Aman Bagi Investor Asing di Bisnis Jalan Tol

"Walaupun anak saya hidupnya berakhir seperti ini, saya tetap dukung cucu saya untuk jadi Polwan," katanya mantap.

Sang kakek juga menyerahkan keputusan kepada cucunya untuk memilih satuan di kepolisian, termasuk bila mengikuti jejak ayahnya sebagai personel Ditlantas Polda Metro Jaya.

"Mau bertugas di mana pun, mau di Lantas atau apa, sama saja. Yang penting sama-sama mengabdi untuk negara. Saya juga udah ikhlas kehilangan anak saya," katanya.

Di sisi lain, kata Arsyad, anak kedua Bripka Rachmat bernama Tito Rachmat Effendy (13), baru saja masuk ke Pesantren Darul Ulum Sukabumi.

Panduan Kirim Foto Lewat WhatsApp Tanpa Mengurangi Resolusi

Mendukung

Irjen Zulkarnain Adinegara, Kepala Korps Kepolisian Air dan Udara (Kakor Polairud) Baharkam Mabes Polri, sempat melayat ke rumah duka Bripka Rachmat, Jumat siang.

Irjen Zulkarnain adalah pimpinan tertinggi tempat Brigadir Rangga Tianto (32), pelaku penembak Bripka Rachmat, saat masih aktif berdinas di Ditpolairud.

Halaman
12
Penulis: Gopis Simatupang
Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved