Penembakan

Harusnya Polisi yang Tembak Seniornya Tak Boleh Bawa Senjata, Kecuali Saat Tugas Patroli di Laut

Brigadir Rangga Tianto merupakan anggota Direktorat Kepolisian Air dan Udara (Ditpolairud) Baharkam Polri.

Harusnya Polisi yang Tembak Seniornya Tak Boleh Bawa Senjata, Kecuali Saat Tugas Patroli di Laut
WARTA KOTA/GOPIS SIMATUPANG
Suasana rumah duka tempat jenazah Bripka Rachmat Effendy disemayamkan, di Permata Tapos Residence, Kelurahan Sukamaju Baru, Depok, Jawa Barat, sesaat sebelum diberangkatkan menuju area pemakaman keluarga di Jonggol, Kabupaten Bogor, Jumat (26/7/2019) siang. 

KEPALA Korps Polairud Baharkam Polri Irjen Zulkarnain Adinegara mengecam aksi anak buahnya, Brigadir Rangga Tianto (32), yang menembak Bripka Rachmat Effendy hingga tewas saat lepas tugas.

Brigadir Rangga Tianto merupakan anggota Direktorat Kepolisian Air dan Udara (Ditpolairud) Baharkam Polri.

Irjen Zulkarnain Adinegara mengatakan, seharusnya Brigadir Rangga Tianto tidak membawa senjata saat tidak bertugas di Ditpolairud Mabes Polri.

LIVE STREAMING Piala AFF U-15 2019: Ini Jadwal Lengkap Timnas Indonesia

"Kalau itu kan tidak bertugas dia, seharusnya tidak boleh bawa senjata. Kecuali tugas, misalnya lagi patroli di laut."

"Sedang diperiksa juga apakah ada surat izinnya," ujar Irjen Zulkarnain saat melayat ke rumah duka di Permata Tapos Residence, Kelurahan Sukamaju Baru, Depok, Jumat (26/7/2019) siang.

Berdasarkan prosedur, kata Zulkarnain Adinegara, anggota Polri yang memiliki senjata harus terlebih dahulu menjalani psikotes.

Ini Daftar Lengkap 68 Anggota Paskibraka 2019 dari 34 Provinsi

Psikotes itu pun, terangnya, harus dilakukan tiap dua tahun sekali.

"Tidak sekali tes saja. Bisa saja perkembangan kebiasaan seseorang, dan hubungan sosialnya berpengaruh pada kejiwaan seseorang," jelasnya.

"Kalau dilihat dari kronologi, sangat, dari sembilan butir di selongsong, tujuh butir katanya dikeluarkan."

BREAKING NEWS: Keppres Amnesti Baiq Nuril Terbit Pekan Depan

"Itu kebiasaan yang bagaimana artinya. Kita hukum harus ditegakkan, kita proses, dan kita pastikan yang salah, salah," tegas Zulkarnain Adinegara.

Halaman
1234
Penulis: Gopis Simatupang
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved