Rabu, 22 April 2026

Pencemaran Lingkungan

Disebut Oxium Berbahan Singkong, Penjual Plastik di Bekasi Diprotes

Penjual plastik ramah lingkungan di Kota Bekasi, Duddy Setiabudhi (64) diprotes relasinya yang bekerja di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Penulis: Fitriyandi Al Fajri |
Warta Kota/Fitriyandi Al Fajri
Duddy Setiabudhi saat menerima pesanan kantong plastik yang diklaim ramah lingkungan lewat ponselnya di Ruko Pasar Modern Sinpasa Summarecon Bekasi, Kota Bekasi pada Kamis (25/7/2019). 

Penjual plastik ramah lingkungan di Kota Bekasi bernama Duddy Setiabudhi (64) diprotes relasinya yang bekerja di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Dia diprotes karena dianggap telah memberikan informasi yang salah mengenai plastik berbahan Oxium berasal dari singkong.

"Saya tidak pernah mengatakan bahwa Oxium itu berbahan singkong, itu informasi yang salah," kata Duddy saat ditemui pada Jumat (26/7/2019).

Hal itu diungkapkan Duddy untuk menanggapi adanya pesan berantai lewat aplikasi WhatsApp mengenai penawaran plastik yang ramah untuk digunakan saat membagi daging hewan kurban pada Idul Adha 1440 H di bulan Agustus mendatang.

Selain mencantumkan nomor ponsel Duddy, pesan yang kemungkinan disebar oleh rekannya itu memberikan informasi bahwa plastik yang dijual Duddy ramah lingkungan karena mudah terurai dengan tanah.

 Geger Polisi Tembak Polisi 7 Kali, Pelayanan di Polsek Cimanggis Kembali Normal, Ada yang Tak Tahu

 KRONOLOGI Lengkap Polisi Tembak Polisi,Brigadir RT Berondong Korban 7 Peluru Dari Leher sampai Perut

 PENYEBAB Polisi Tembak Polisi Terbongkar,Minta Pelaku Tawuran Tak Diproses Hukum tapi Ditolak Korban

Hanya dalam waktu dua tahun, plastik yang ditulis berbahan Oxium dari singkong ini akan terurai dengan tanah sehingga tidak mencemarkan lingkungan.

"Bukan saya yang memasukan penjelasan mengenai plastik Oxium dari singkong, tapi mungkin rekan saya yang lain. Karena awalnya saya hanya menawarkan plastik ramah lingkungan, tapi tahu-tahu ada tambahan mengenai Oxium dari singkong," ujarnya.

Ilustrasi - Bahan plastik Oxium merupakan yang mudah terurai. (tirtamarta.com)
Ilustrasi - Bahan plastik Oxium merupakan yang mudah terurai. (tirtamarta.com) (tirtamarta.com)

Berkaca pada pengalaman itu, Duddy lantas akan lebih hati-hati menggunakan media sosial.

Apalagi dia sudah merasakan sendiri dampak dari media sosial yang lebih besar.

"Sampai sekarang telepon banyak yang masuk, ada yang dari kementerian dan ada juga dari pemesan plastik," imbuhnya.

 SOSOK Aurel Hermansyah Viral, Tak Sanggup Lagi Dipekerjakan Layaknya Pembantu di Rumah Ashanty

 #LulusanUI Tolak Gaji Rp 8 Juta Disindir Prof Monash University: Saya Hanya Lulusan UI Negeri

 TERUNGKAP Prajurit TNI Berhasil Desak KKB Papua hingga Masuk Jurang, Ini Kronologinya

Duddy Setiabudhi mengaku, sudah menggunakan plastik ini sejak tiga tahun lalu.

Bahkan dia sudah pernah mencoba sendiri proses penguraian plastik ini dengan tanah.

"Saya pernah kubur plastik ini selama dua tahun di halaman rumah dan saat saya menggali kembali tanahnya, plastik itu sudah tidak ada atau terurai dengan tanah," katanya.

Atas dasar itulah, Duddy kemudian membagikan pengalamannya tersebut kepada rekan organisasi Islam yakni Muhammadiyah.

Lewat aplikasi percakapan WhatsApp dia juga mengajak masyarakat lain untuk menggunakan plastik yang dijualnya seharga Rp 20.000 per pack dengan isi 200 lembar plastik.

 Anak Dibully Sampai Ditusuk Dadanya dengan Pensil Cuma Gara-gara Tak Setia Kumpulkan PR

 KONDISI Bripka RE Tewas Seketika dengan 7 Luka Tembak di Dada, Leher, Paha dan Perut

"Plastik ini sebetulnya bukan produk saya, tapi punya orang lain. Saya hanya menjualnya kembali," ujarnya. (faf)

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved