Penembakan

Brigadir RT Tembak di 7 Titik yang Mematikan, Segitu Emosinya Tak Terima Pelaku Tawuran Ditahan

Insiden meninggalnya polisi berinisial Bripka RE ditembak rekannya Brigadir RT di kantor Polsek ramai diperbincangkan.

Brigadir RT Tembak di 7 Titik yang Mematikan, Segitu Emosinya Tak Terima Pelaku Tawuran Ditahan
Kompas.com
Ilustrasi senapan. 

Insiden meninggalnya polisi berinisial Bripka RE ditembak rekannya Brigadir RT di kantor Polsek ramai diperbincangkan.

Brigadir RT tembak tujuh kali di titik mematikan pada rekannya sesama polisi berinisial Bripka RE.

Bripka RE yang bertugas di Samsat meninggal dunia.

Kejadian polisi tembak polisi ini terjadi di Polsek Cimanggis, Depok.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan, peristiwa penembakan di Polsek Cimanggis diduga disebabkan oleh seorang anggota polisi yang terpancing emosi.

KONDISI Bripka RE Tewas Seketika dengan 7 Luka Tembak di Dada, Leher, Paha dan Perut

Anggota polisi berpangkat Brigadir dengan inisial RT emosi lantaran rekannya, Bripka RE menolak permintaannya dengan nada kasar.

"Awalnya Bripka RE mengamankan seorang pelaku tawuran inisial FZ beserta barang bukti berupa clurit ke Polsek Cimanggis. Lalu, orang tua FZ datang ke polsek didampingi Brigadir RT dan Brigadir R. Mereka meminta FZ dibebaskan, namun ditolak oleh Bripka RE," kata Argo saat seperti dilansir Kompas.com, Jumat (26/7/2019).

Tak terima dengan perlakuan tersebut, Brigadir RT kemudian pergi menuju ruangan lainnya yang bersebelahan dengan ruangan Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Polsek Cimanggis.

Ia mengambil sebuah senjata api jenis HS 9.

"Lalu, dia (Brigadir RT) menembak Bripka RE sebanyak tujuh kali tembakan pada bagian dada, leher, paha, dan perut," ungkap Argo.

Halaman
12
Editor: Dian Anditya Mutiara
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved