Breaking News:

Kesehatan

5 Mitos Diet Rendah Karbohidrat, Teliti Informasi Sebelum Mengurangi Nasi dari Piring Makan Anda

Diet rendah karbohidrat terbukti mengurangi nafsu makan tetapi tetap bisa makan sampai kenyang dan dapat menurunkan berat badan.

Healthline
Ilustrasi makanan tanpa karhohidrat 

Diet rendah karbohidrat cenderung tinggi kolesterol dan lemak, termasuk lemak jenuh.

Atas alasan itu, banyak orang mengklaim bahwa mereka meningkatkan kolesterol darah dan meningkatkan risiko penyakit jantung.

Namun, beberapa penelitian menunjukkan bahwa tidak ada kolesterol makanan atau lemak jenuh yang signifikan pada risiko penyakit jantung.

Justru, diet rendah karbohidrat dapat mengurangi risiko penyakit jantung dan trigliserida darah menurun secara signifikan.

Selain itu, meningkatkan kolesterol HDL (baik), menurunkan tekanan darah, mengurangi resistensi insulin, yang mengurangi kadar gula darah dan insulin.

Mengurangi karbohidrat juga mengurangi peradangan, kadar kolesterol LDL (buruk) tidak meningkat.

Partikel-partikel ini cenderung berubah dari bentuk berbahaya, kecil, padat menjadi lebih besar sehingga mengurangi risiko jantung.

Namun, perlu diingat bahwa sebagian besar studi ini melihat rata-rata.

Beberapa orang mungkin mengalami peningkatan kolesterol LDL (jahat) yang besar pada diet rendah karbohidrat.

Jika ini masalahnya, Anda bisa menyesuaikan cara makan rendah karbohidrat untuk menurunkan level.

Apa yang Seharusnya Anda Makan Saat Sarapan dan Bisa Menurunkan Berat Badan?

5. Hanya berdampak pada orang yang makan lebih sedikit kalori

Orang mengklaim bahwa alasan orang menurunkan berat badan dengan diet rendah karbohidrat karena asupan kalori berkurang.

Itui benar tetapi tidak sepenuhnya benar.

Keuntungan utama penurunan berat badan dari diet rendah karbohidrat adalah bahwa penurunan berat badan terjadi secara otomatis.

Orang-orang merasa kenyang sehingga makan lebih sedikit tanpa menghitung kalori atau mengontrol porsi makan.

Diet rendah karbohidrat juga cenderung tinggi protein, yang meningkatkan metabolisme, menyebabkan peningkatan jumlah kalori yang Anda bakar.

Plus, diet rendah karbohidrat tidak selalu tentang menurunkan berat badan.

Pola makan rendah karbohidrat juga sangat efektif terhadap kondisi kesehatan tertentu, seperti sindrom metabolik, diabetes tipe 2, dan epilepsi. (Healthline.com)

Penulis: Intan Ungaling Dian
Editor: Intan Ungaling Dian
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved