BERITA VIDEO

Video: Penggusuran rumah di Bekasi, Warga Bertahan Di Tengah Ratusan Aparat Keamanan

Warga bertahan saat aparat kemanan berusaha mengusir warga dari lokasi tanah negara. Simak bagaimana warga bertahan di lokasi.

Warga berkeras untuk bertahan saat Pemkot Bekasi akan menggusur permukiman warga di Jakasampurna. 

Dalam video tersebut tampak warga berusaha bertahan menahan ratusan aparat kemanan yang datang.

Ratusan Satpol PP Kota Bekasi bersama Kepolisian dan TNI dikerahkan dalam rencana penggusuran bangunan di wilayah RT 01 RW 11 Jalan Bougenville Raya Kelurahan Jakasampurna, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi, pada Kamis (25/7/2019).

Rencana penggusuran dilakukan dikarenakan bangunan yang ditempati warga merupakan tanah milik negara, yakni aset Kementerian PUPR.

Pengamatan Wartakota, ratusan anggota Satpol PP telah datang ke lokasi, termasuk kepolisian dan TNI.

Akan tetapi warga telah lebih siap terlebih dahulu membuat barikade menutup akses masuk perumahan.

Warga unjuk rasa menolak rencana penggusuran bangunan di wilayah RT 01 RW 11 Jalan Bougenville Raya Kelurahan Jakasampurna, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi, pada Kamis (25/7/2019).
Warga unjuk rasa menolak rencana penggusuran bangunan di wilayah RT 01 RW 11 Jalan Bougenville Raya Kelurahan Jakasampurna, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi, pada Kamis (25/7/2019). (Wartakotalive.com/Muhammad Azzam)

Warga berkerumun menutup akses masuk tersebut, warga juga menutupnya dengan portal, bangku hingga ban bekas.

Warga juga memasang spanduk tulisan penolakan, bertulisan 'Tolak Penggusuran Tanpa Sosialisasi'.

Bahkan saat petugas Satpol PP datang, warga menyorakinya.

Anggota Satpol PP bersama Kepolisian dan TNI masih belum bergerak melakukan penggusuran.

Warga unjuk rasa menolak rencana penggusuran bangunan di wilayah RT 01 RW 11 Jalan Bougenville Raya Kelurahan Jakasampurna, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi, pada Kamis (25/7/2019).
Warga unjuk rasa menolak rencana penggusuran bangunan di wilayah RT 01 RW 11 Jalan Bougenville Raya Kelurahan Jakasampurna, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi, pada Kamis (25/7/2019). (Wartakotalive.com/Muhammad Azzam)

Mereka masih berkumpul disisi sebrang dari lokasi penggusuran.

Untuk diketahui, dalam keterangan pers Pemerintah Kota Bekasi melakukan pengusuran sebagai tindak lanjut surat dari Sekretariat Jendral Kementerian PUPR dikarenakan itu tanah negara.

Bangunan itu melanggar perizinan atau tidak memilik surat hak milik tanah dikarenakan berdiri ditas negara.

Akan tetapi warga mengecam keras rencana penggusuran tersebut karena tanpa sosialisasi.

"Kami kecam keras, main asal gusur aja tanpa sosialisasi. Walikota Bekasi ini semena-mena," ujar salah seorang warga.

Editor: Alex Suban
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved