Breaking News:

TOK! DPR Setujui Jokowi Ampuni Baiq Nuril

RAPAT Paripurna DPR menyetujui Presiden Jokowi memberikan ampunan (amnesti) kepada terpidana Baiq Nuril.

Editor: Yaspen Martinus
Kompas.com
Baiq Nuril menyatakan, untuk pak Presiden, saya cuma minta keadilan, karena saya di sini cuma korban. Apa saya salah kalau saya mencoba membela diri saya dengan cara-cara saya sendiri? Saya minta keadilan. 

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna Laoly menyebut masalah yang menimpa Baiq Nuril bukan sebuah kasus kecil.

Menurutnya, perkara ini adalah soal keadilan yang dirasakan Baiq Nuril dan juga banyak wanita lain di luar sana.

"Begini, ini bukan kasus kecil. Ini adalah menyangkut rasa keadilan yang dirasakan oleh Ibu Baiq Nuril dan banyak wanita-wanita lainnya," ujarnya seusai bertemu Baiq Nuril.

 KPU Rencanakan Pemungutan Suara Pilkada 2020 Tanggal 23 September, Komisi II DPR Tak Sepakat

Rasa ketidakadilan yang dimaksud Yasonna Laoly adalah bagaimana seorang korban pelecehan seksual malah seperti dikorbankan.

Mereka yang berstatus sebagai korban pelecehan seksual justru dipidanakan.

Dalam kasus tersebut, Yasonna Laoly menangkap hal ini bahkan lebih besar secara politik.

 Ini Dua Alasan Mahkamah Agung Tolak PK Baiq Nuril

Bila Baiq Nuril tak diberi kesempatan mengajukan kewenangan konstitusional lewat amnesti, maka mungkin saja ribuan wanita lain yang juga menjadi korban kekerasan seksual, tak lagi berani bersuara.

Rasa ketakutan akan menyelubungi para korban pelecehan seksual.

Mereka tidak berani mengadukan pelecehan yang menimpanya kepada aparat penegak hukum.

 Cuma Jakmania yang Boleh Masuk SUGBK Saat Laga Persija Vs Persib

Karena mereka khawatir, alih-alih keadilan didapatkan, justru dinginnya lantai penjara yang diterima.

"Kalau ini tidak diberikan kesempatan untuk kewenangan konstitusional amnesti kepada beliau."

"Ada banyak mungkin ribuan wanita wanita korban kekerasan seksual atau pelecehan tidak akan berani bersuara."

 Ketua DPR Berharap Komisioner KPK yang Maju Lagi Lolos Jadi Pimpinan Periode Berikutnya

"Karena takut, bisa-bisa kalau saya mengadu, aku yang dikorbanin," papar Yasonna Laoly.

Kronologi Kasus

Kasus ini bermula pada pertengahan 2012.

Saat itu, Baiq Nuril yang berstatus guru honorer di SMAN 7 Mataram, ditelepon oleh kepala sekolah tersebut, Muslim.

Dalam percakapan telepon itu, Muslim justru bercerita tentang pengalaman seksualnya bersama wanita lain yang bukan istrinya.

 Suami Gorok Leher Istri karena Menolak Diajak Berhubungan Badan, Lalu Babak Beluk Dihajar Massa

Percakapan itu juga mengarah pelecehan seksual kepada Baiq Nuril.

Baiq Nuril merekam percakapan itu, dan rekaman itu diserahkan pada rekannya, Imam, hingga kemudian beredar luas.

Atas beredarnya rekaman itu, Muslim kemudian melaporkan Baiq Nuril ke polisi karena dianggap telah membuat malu keluarganya.

 Apa Kabar Kasus Mantan Kadis Sumber Daya Air Teguh Hendrawan? Ini Kata Polisi

Di Pengadilan Negeri Mataram, Baiq Nuril divonis bebas.

Namun, jaksa mengajukan banding hingga tingkat kasasi, dan Mahkamah Agung memberi vonis hukuman 6 bulan penjara dan denda Rp 500 juta karena dianggap melanggar UU ITE.

Namun, Kejaksaan Agung memutuskan untuk menunda eksekusi Baiq Nuril ke penjara.

 Sutopo Purwo Nugroho Berjiwa Sosial Sejak Kecil, Sempat Ingin Berangkatkan Orang Tuanya Naik Haji

Kini dengan adanya penolakan PK, membuat Baiq Nuril dihantui kembali segera dijebloskan ke dalam bui.

Baiq Nuril kemudian membuat surat kepada Presiden Jokowi.

Dalam surat itu, dia menagih janji Jokowi untuk memberikan amnesti.

 Makam Sutopo Digali Hanya Dalam Waktu Dua Jam, Padahal Tekstur Tanahnya Keras

"Bapak Presiden, PK saya ditolak, saya memohon dan menagih janji bapak untuk memberikan amnesti," tulis Baiq Nuril, Sabtu (6/7/2019).

"Karena, hanya jalan ini satu-satunya harapan terakhir saya," imbuh Baiq Nuril. (Taufik Ismail)

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved