Aksi Terorisme

Pasutri Warga Indonesia Pernah Dicuci Otak Hingga Bersedia Jadi 'Pengantin' di Gereja Filipina

PASANGAN suami istri pelaku bom bunuh diri di Gereja Katedral, Jolo, Filipina, disebut pernah mengikuti doktrinasi hingga pencucian otak alias brainwa

Pasutri Warga Indonesia Pernah Dicuci Otak Hingga Bersedia Jadi 'Pengantin' di Gereja Filipina
TRIBUNNEWS/VINCENTIUS JYESTHA
Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (24/7/2019). 

Hasil identifikasi aparat keamanan Filipina dan Indonesia juga belum membuahkan hasil, lantaran informasi dari lima tersangka yang ditangkap di Filipina hanya menduga pelaku adalah orang Indonesia.

 Kuasa Hukum: Penahanan Soenarko Ditangguhkan, kenapa Kivlan Zen Tidak?

"Pelaku diduga orang Indonesia, karena dari logat bicara dan kebiasaannya seperti orang Indonesia," imbuhnya.

Mantan Wakapolda Kalimantan Tengah itu mengatakan, keyakinan Polri kedua pelaku merupakan WNI, terungkap pasca-penangkapan terduga teroris Novendri di Padang, Sumatera Barat, Kamis (18/7/2019) lalu.

Selain itu, penangkapan anggota JAD Kalimantan Timur bernama Yoga, juga menyumbang informasi bahwa Yoga dan Novendri memiliki keterkaitan dengan kedua pelaku.

 Nifas Tak Berhenti Setelah Operasi Caesar, Ternyata Kain Kasa Tertinggal di Perut Ibu Muda Ini

"Tapi setelah dilakukan penangkapan terhadap Saudara Novendri dan Yoga di Malaysia, baru mengkait ternyata pelaku bom bunuh diri di Filipina itu adalah dua orang warga negara Indonesia."

"Suami istri atas nama Rullie Rian Zeke dan Ulfah Handayani Saleh. Ini yang diduga sebagai pelaku suicide bomber di Filipina," bebernya.

Sebelumnya Wartakotalive memberitakan, Indonesia meminta Filipina mengklarifikasi pernyataan keterlibatan Warga Negara Indonesia (WNI) dalam serangan bom bunuh diri di gereja di Jolo.

 IPW Prediksi Tiga Jenderal Polisi Ini Berpotensi Lolos Seleksi Calon Pimpinan KPK Hingga ke DPR

Hal itu disampaikan Duta Besar RI untuk Fillipina Sinyo Harry Sarundajang, saat dikonfirmasi Tribun, Selasa (5/2/2019).

KBRI Manila akan mengirimkan surat pemberitahuan keberatan kepada Filipina, melalui Menteri Luar Negeri dan Menteri Dalam Negeri Filipina.

 Wiranto Protes Filipina Sebut Pelaku Bom Bunuh di Gereja Sulu Orang Indonesia

"Mengirimkan nota verbal untuk meminta klarifikasi kepada Pemerintah Filipina serta menyatakan keberatan," tutur Sinyo Harry Sarundajang.

Halaman
1234
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved