Menaker Menyambut Baik Vokasi BPJS Ketenagakerjaan Bagi Karyawan yang Terkena PHK

Menaker menyambut baik Vokasi BPJS Ketenagakerjaan Bagi Karyawan yang Terkena PHK.

Menaker Menyambut Baik Vokasi BPJS Ketenagakerjaan Bagi Karyawan yang Terkena PHK
Warta Kota/Fitriyandi Al Fajri
Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dhakiri (kemeja putih) setibanya di acara President University, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Kamis (25/7/2019). Kedatangan Hanif ke sana untuk meresmikan Program Vokasi BPJS Ketenagakerjaan di President University. 

WARTA KOTA, BEKASI--- Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dhakiri menyambut baik upaya Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas program bagi pekerja yang mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK).

Meski telah di-PHK, namun mantan karyawan harus mendapat ketrampilan kembali untuk mendapat mencari pekerjaan baru.

"Mereka harus mendapatkan akses ketrampilan untuk mencari pekerjaan baru dari tempat lama," kata Hanif saat memberikan sambutan pada acara Launching Program Vokasi BPJS Ketenagakerjaan di President University Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Kamis (25/7/2019).

Tanda-tanda Mantan Ingin Balik Lagi

Menurut dia, pemerintah terus mendorong BPJS Ketenagakerjaan untuk berinovasi mengembangkan kualitas dan kuantitas program.

Adapun, Menaker mewacanakan dua program sebagai pelengkap program vokasi BPJS Ketenagakerjaan, yaitu program jaminan kehilangan pekerjaan, serta program pelatihan dan sertifikasi.

"Waktu saat di-cover (2 program) itu, orang yang kehilangan pekerjaan bisa melakukan dua hal. Pertama, memperbaiki ketrampilannya dan kedua, mencari pekerjaan baru. Dengan demikian orang tidak takut perubahan," katanya.

Ada Catatan dari Komisi V DPR Terhadap Kementerian PUPR

Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Agus Susanto, mengatakan, program pelatihan Vokasional Indonesia Bekerja sebagai penunjang visi besar negara dalam menciptakan sumber daya manusia kompeten dan tersertifikasi.

Agus mengaku, lembaganya merasa terpanggil dan mendapatkan amanat untuk menyelenggarakan pelatihan vokasi bagi para pekerja yang mengalami PHK.

"Karena misi kami yakni meningkatkan produktivitas dan daya saing pekerja yang nantinya diharapkan sebagai solusi bagi pekerja yang di PHK," kata Agus.

Info Terbaru Ponsel Lipat Samsung, Akan Resmi Dirilis di Bulan September?

Menurut Agus, pelatihan Vokasi Indonesia Bekerja merupakan program piloting untuk mendekatkan diri antara pekerja dengan kebutuhan pelaku usaha sehingga pihaknya akan memberikan pelatihan, sertifikasi, dan infomasi lowongan kerja baru sesuai kompetensi yang ditetapkan.

Selain itu, pihaknya menyiapkan instrumen terkait link and match antara demand dan supply pasar tenaga kerja melalui kerja sama dengan Kementerian Ketenagakerjaan RI.

Untuk itu, pelatihan vokasi merupakan harapan baru bagi para pekerja khususnya peserta BPJS Ketenagakerjaan karena sejalan dengan program pemerintah.

Sebelum Jadi Orang Terkaya di Dunia, Pernah Kerja di McDonalds

Pelatihan vokasi ini dilakukan secara bertahap dengan tahap awal baru bisa dinikmati oleh pekerja di kawasan industri yang ada di DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten.

"Nantinya secara bertahap akan dilakukan di 11 wilayah operasional BPJS Ketenagakerjaan di seluruh Indonesia," ujarnya.

Beberapa persyaratan bagi penerima program ini antara lain warga Indonesia dengan Nomor Induk Kependudukan valid, minimal kepesertaan satu tahun pada program BPJS Ketenagakerjaan dan sedang mencari kerja, ter-PHK baik dikarenakan berakhirnya kontrak kerja maupun kejadian tertentu yang dicantumkan dalam perjanjian kerja.

Cita-cita Anak, Pilihan Terbanyak Hasil Survei di Amerika Serikat dan China

Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved