Aksi Terorisme

DNA Pasutri WNI Bomber Gereja Filipina Bakal Dicocokkan dengan Keluarganya di Sulawesi Selatan

POLRI akan melakukan tes DNA terhadap potongan tubuh yang berada di lokasi kejadian bom bunuh diri di Gereja Katedral, Jolo, Filipina.

DNA Pasutri WNI Bomber Gereja Filipina Bakal Dicocokkan dengan Keluarganya di Sulawesi Selatan
EPA/bbc.com
TENTARA Filipina mengamankan lokasi ledakan bom di Gereja Katedral di Pulau Jolo, Provinsi Sulu, Filipina Selatan pekan lalu. 

POLRI akan melakukan tes DNA terhadap potongan tubuh yang berada di lokasi kejadian bom bunuh diri di Gereja Katedral, Jolo, Filipina.

Uji ilmiah itu dilakukan guna memastikan kebenaran dua jasad pelaku bom bunuh diri tersebut adalah warga negara Indonesia (WNI).

Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan, kedua pelaku itu diduga pasangan suami istri bernama Rullie Rian Zeke dan Ulfah Handayani Saleh.

Sempat Protes, Polri Kini Malah Yakin Bomber Gereja di Filipina Suami Istri Warga Indonesia

"Dari sisi scientific, Densus 88 sudah bekerja sama dengan Kepolisian Filipina (untuk) tes DNA beberapa potongan tubuh yang didapat di lokasi kejadian," ujarnya di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (24/7/2019).

Mantan Wakapolda Kalimantan Tengah itu mengatakan, nantinya DNA tersebut akan dicocokkan dengan pihak keluarga pelaku yang ada di Sulawesi Selatan.

"Setelah dicocokkan identik DNA, nanti akan ada penyampaian secara resmi bahwa kedua orang itu merupakan pengebom bunuh diri."

Ini Nama Suami Istri Pelaku Bom Bunuh Diri di Gereja Filipina yang Diduga Warga Indonesia

"Yang ada di Jolo, Filipina dari hasil perbandingan uji DNA yang diketemukan di TKP dengan hasil uji DNA di ambil dari pihak keluarga identik," jelasnya.

"Secara ilmiah akan lebih menguatkan keterangan sementara yang diberikan oleh tersangka yang sudah ditangkap di Filipina," imbuhnya.

Sebelumnya, Polri mengungkap fakta baru soal aksi bom bunuh diri di Gereja Katedral, Jolo, Filipina, pada 27 Januari 2019 lalu.

Putri Maruf Amin Siap Gantikan Airin Pimpin Tangerang Selatan

Polri meyakini aksi teror yang menewaskan sedikitnya 22 orang tersebut, adalah dua orang berstatus suami istri warga negara Indonesia (WNI).

Halaman
1234
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved