Breaking News:

Revolusi Industri 4.0 Peluang dan Tantangan Jasa Raharja Lebih Adaptif Terhadap Digitalisasi

Revolusi Industri 4.0 jadi peluang dan tantangan Jasa Raharja untuk lebih adaptif terhadap digitalisasi dalam berbagai aspek pelayanan

Penulis: | Editor: M Nur Ichsan Arief
ist
Direktur SDM dan Umum Jasa Raharja, Dewi Aryani Suzana menyampaikan bahwa dalam menjalankan kegiatan operasionalnya, saat ini Jasa Raharja didukung oleh sekitar 2.000 orang pegawai yang tersebar di seluruh Indonesia. 

WARTA KOTA, PALMERAH  -------  Jasa Raharja merupakan Badan Usaha Milik Negara yang diamanahkan untuk menyelenggarakan Perlindungan Dasar sesuai dengan UU Nomor 33 Tahun 1964 Tentang Dana Pertanggungan Wajib Kecelakaan Penumpang dan UU Nomor 34 Tahun 1964 Tentang Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan.

Tugas pokok Jasa Raharja adalah menyerahkan Santunan bagi Korban Kecelakaan alat angkutan umum Darat, Laut dan Udara dan korban kecelakaan lalu lintas jalan sebagai wujud kehadiran negara dalam memberikan perlindungan dasar.

Direktur SDM dan Umum Jasa Raharja, Dewi Aryani Suzana, dalam siaran persnya yangditerima wartakotalive.com, Rabu (24/7/2019) menyampaikan bahwa dalam menjalankan kegiatan operasionalnya, saat ini Jasa Raharja didukung oleh sekitar 2.000 orang pegawai yang tersebar di seluruh Indonesia.

Dimana dari keseluruhan total jumlah pegawai tersebut ditempatkan di Kantor Pusat, 29 Kantor Cabang, 63 kantor perwakilan, 67 Kantor Pelayanan Jasa Raharja (KPJR), dan 1.560 Kantor Bersama SAMSAT.

Revolusi Industri 4.0 menjadi sebuah peluang dan tantangan bagi Jasa Raharja untuk lebih adaptif terhadap digitalisasi dalam berbagai aspek seperti : pelayanan kepada masyarakat, transaksi keuangan serta pengelolaan Human Capital.

Guna mewujudkan tujuan dan target perusahaan dengan karakteristik pegawai yang berlatar belakang sosial dan budaya yang beragam, maka tentu dibutuhkan strategi dan langkah yang tepat agar setiap pegawai dapat memberikan kontribusi yang semaksimal mungkin untuk meningkatkan kinerja perusahaan, khususnya di Era Revolusi Industri 4.0 ini.

Beberapa tantangan tentunya pasti dihadapi oleh Jasa Raharja dalam pengelolaan
Human Capital, antara lain :
1. Gap yang besar antara jumlah pegawai millennials dan generasi sebelumnya. 75%
     dari total pegawai Jasa Raharja adalah millennials.
2. Menyelaraskan antara keinginan millennials yang mendominasi porsi pegawai di
    Jasa Raharja (75%) dengan penempatan pegawai di Kantor Jasa Raharja yang
    harus menjangkau seluruh pelosok Indonesia.
3. Menjembatani keinginan millenials untuk work life balance dan waktu bekerja yang
    lebih fleksibel dengan budaya dan aturan sebagai pegawai BUMN .
    Dalam menjawab tantangan tersebut, Jasa Raharja telah menyusun Human Capital
    Transformation Framework untuk mengoptimalkan peran Human Capital dalam
    mendukung tercapainya tujuan perusahaan. Adapun proses transformasi
    pengelolaan Human Capital yang saat ini telah dilakukan oleh Jasa Raharja, melalui :

1. Melakukan penelitian Organization Culture Health Index (OCHI) untuk mengetahui
    kondisi budaya yang saat ini berkembang dalam kehidupan perusahaan dan
    memberikan gambaran aksi yang harus dilakukan untuk mengoptimalkan budaya
    sebagai “intangible asset”. Dari hasil penelitian tersebut, perlu adanya rejuvenate
    terhadap budaya 3T dan menciptakan budaya baru sehingga dapat mendukung
    perusahaan dalam beradaptasi terhadap era digital.
2. Pembaharuan mekanisme rekruitmen untuk menemukan calon pegawai yang
    lebih inovatif dan dapat diandalkan untuk menjadi pemimpin Jasa Raharja di masa
    depan. Jasa Raharja juga memberikan kesempatan bagi lulusan D3 dan lulusan
    SMA untuk mengikuti program “Langkah Bakti” untuk memberikan pengalaman
    bekerja di Jasa Raharja. Untuk misi sosial, Jasa Raharja juga memberikan
    kesempatan bagi mahasiswa dan lulusan SMA untuk mengikuti program magang
    bersertifikat yang merupakan Program Kementerian BUMN.
3. Penerapan Human Capital Information System (HCIS) yang melibatkan peran
    serta pegawai secara aktif melalui mekanisme Employee Self Service (ESS)
    dengan mengintegrasi sistem struktur organisasi SDM, payroll, benefit, leaving,
    learning and development, talent management, succession planning, performance
    management dan knowledge management.
4. Mengimplementasikan pendekatan work life balance kepada seluruh pegawai
    melalui program “JR Energizer”, yang terdiri dari body energizer, soul energizer,
   social energizer dan main energizer. Dalam hal ini perusahaan menyediakan
    berbagai macam fasilitas olahraga, musik, social activity, kegiatan kerohanian dan
    training untuk mendukung terlaksananya work life balance. Work life balance tidak
   hanya bertujuan untuk menjaga kesehatan pegawai, namun juga diharapkan
   mampu meningkatkan produktifitas dan efisiensi kinerja pegawai.
5. Jasa Raharja juga telah mendesain ruang kerja dengan konsep open working
   space & clean desk untuk menciptakan lingkungan kerja yang menyenangkan
   untuk setiap pegawai.
   Selain itu sesuai dengan arahan Kementerian BUMN serta dalam upaya untuk
   meningkatkan engagement pegawai yang didominasi generasi millenials, maka Jasa
   Raharja membentuk wadah millenials dengan sebutan Spirit of Millennials baik di
   Kantor Pusat maupun di seluruh Kantor Cabang. Melalui Spirit of Millenials
   diharapkan dapat meningkatkan dan memaksimalkan peran millennials di Jasa
   Raharja sebagai agent of innovation, sehingga para pegawai millennials diberikan
   ruang untuk lebih berinovasi serta berkontribusi dalam berbagai kegiatan baik di
   dalam maupun di luar perusahaan.
   Dengan adanya transformasi human capital ini, Insan Jasa Raharja siap dalam
   mewujudkan Jasa Raharja menjadi perusahaan yang terpercaya dalam memberikan
   perlindungan dasar terhadap risiko kecelakaan dengan pelayanan terbaik.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved