Mantan Pimpinan KPK Ini Bilang Sejak Dulu Korupsi Selalu Dimainkan Aktor Politik di Birokrasi Negara

Busyro Muqoddas menilai hingga kini belum terlihat kesungguhan para elite politik dan pemerintah, dalam memberangus korupsi.

Mantan Pimpinan KPK Ini Bilang Sejak Dulu Korupsi Selalu Dimainkan Aktor Politik di Birokrasi Negara
KOMPAS.com/Abba Gabrillin
Busyro Muqoddas saat ditemui di Ruang Rapat Komisi III DPR Senayan, Jakarta, Rabu (16/12/2015). 

BEKAS pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Busyro Muqoddas menilai hingga kini belum terlihat kesungguhan para elite politik dan pemerintah, dalam memberangus korupsi.

Ketua Pengurus Pusat Muhammadiyah itu juga meragukan sikap pemerintahan Presiden Jokowi ke depannya, dalam memberantas praktik rasuah.

"Sejak dulu korupsi selalu dimainkan aktor politik yang di birokrasi negara."

Rocky Gerung Sebut Jokowi Aktor Intelektual Banyaknya Jenderal Polisi Daftar Jadi Calon Pimpinan KPK

"Sejak 15 tahun hingga sekarang dan ke depan tidak ada tanda-tanda kesungguhan elite," ujar Busyro Muqoddas kepada pewarta, Rabu (24/7/2019).

Ada beberapa indikator, hingga Busyro Muqoddas menyatakan hal tersebut.

Yang paling nyata, kata dia, penanganan kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior KPK Novel Baswedan, yang tak kunjung tertangkap pelakunya.

Diusulkan Ferdinand Hutahaean, Keponakan Prabowo Siap Jika Diminta Jadi Cawagub DKI

"Kasus teror (air keras) terhadap Novel yang hakikatnya teror terhadap KPK dan gerakan pemberantasan korupsi."

"Begitu juga hasil TPF (Tim Pencari Fakta) bentukan Kapolri yang justru menyudutkan Saudara Novel."

"Serta langkah pansel (capim KPK Jilid V) yang super aneh, adalah sebagian saja indikator tidak seriusnya pemerintah dan elite politik dalam membasmi korupsi," papar Busyro Muqoddas.

Jusuf Kalla: Kalau Kepala Daerah ke Luar Negeri Cuma Jalan-jalan, Jangan Kasih Izin!

Kendati demikian, Busyro Muqoddas tetap mendorong masyarakat madani tetap mendukung pemberantasan korupsi.

Halaman
1234
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved