Kemacetan di Sekitar Stasiun Tanah Tinggi Bukan Berarti Stasiun Dipindah, Tapi Atur Lalu Lintasnya

“Lahirnya Stasiun Tanah Tinggi ini karena Stasiun Batuceper dianggap terlalu jauh. Masyarakat yang tinggal di Jalan Sudirman kejauhan ke Batuceper.

Kemacetan di Sekitar Stasiun Tanah Tinggi Bukan Berarti Stasiun Dipindah, Tapi Atur Lalu Lintasnya
Warta Kota/Andika Panduwinata
Stasiun Tanah Tinggi, Tangerang. 

Rencana Pemerintahan Kota Tangerang merelokasi Stasiun Tanah Tinggi menuai respon negatif dari para pengguna kereta rel listrik (KRL).

Stasiun yang berada di Jalan Benteng Betawi, Kelurahan Tanah Tinggi, Kota Tangerang ini sedianya bakal dipindah ke lahan milik Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham).

“Kalau alasannya cuma bikin macet, kenapa harus stasiun yang dipindahkan,” ujar Sari (26) seorang pengguna KRL di Stasiun Tanah Tinggi ditemui Rabu (24/7/2019) kepada Wartakotalive.com.

Menurutnya, sangat lumrah jika terjadi kepadatan lalu lintas di stasiun. Situasi seperti itu, kata Sari, juga terjadi di sejumlah stasiun lainnya.

“Ya stasiun mana ada yang sepi, pasti ramai seperti ini. Kalau macet mah sudah biasa. Harusnya diatur lalu lintasnya, bukan dipindahkan stasiunnya,” ucapnya.

Hal senada diutarakan oleh Julkarnain (42), warga lainnya. Dirinya menyebut rencana pemindahan stasiun malah membuat sulit para pengguna KRL.

“Memang mau dipindah ke mana? Yang ada malah makin repot. Di sini sudah enak aksesnya,” ucap pria yang disapa Jul ini.

Kepastian rencana merelokasi stasiun Tanah Tinggi dibenarkan Kepala Dinas Perhubungan Kota Tangerang, Wahyudi Iskandar.

“Iya memang rencananya seperti itu, lagi dalam pembahasan terlebih dahulu,” ujarnya saat dijumpai Warta Kota di Stasiun Tanah Tinggi, Rabu (24/7).

Hal senada disampaikan Wali Kota Tangerang, Arief R. Wismansyah.

Halaman
12
Penulis: Andika Panduwinata
Editor: Dedy
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved