Curanmor

Empat Anggota Sindikat Penadah Motor Curian Tak Berkutik Dibekuk

Modusnya, kata Argo, kawanan ini menjual kendaraan dengan harga murah dan tanpa dilengkapi surat kepemilikan yang sah.

Empat Anggota Sindikat Penadah Motor Curian Tak Berkutik Dibekuk
Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono gelar konpers pelaku penadahan motor curiannya curiannya 
 
Empat orang anggota sindikat penadah motor curian atau pencurian kendaraa  bermotor (curanmor) berhasil dibekuk Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya.
Mereka diamankan dari sejumlah wilayah yakni dari Jakarta dan Pandeglang, Banten, pekan lalu.
Keempatnya adalah TI alias Opik (36), S (29), U alias Onjol (28), dan Ilham (28).
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono dalam jumpa pers di Mapolda Metro Jaya, Rabu (24/7/2019), mengatakan keempatnya bekerjasama dengan kelompok curanmor asal Lampung pimpinan Heri yang kini buron.
"Empat orang penadah ini memiliki peran masing-masing dengan dikordinatori tersangka TI. Peran mereka mulai dari mencari pembeli, menjemput motor curian, hingga mengantarkan motor curian ke pembeli," kata Argo.
Modusnya, kata Argo, kawanan ini menjual kendaraan dengan harga murah dan tanpa dilengkapi surat kepemilikan yang sah.
Terungkapnya kelompok ini kata dia berawal dari penawaran yang dilakukan oleh tersangka TI berupa sepeda motor dengan harga murah dan tanpa dilengkapi surat yang sah. 
Kemudian, katanya, tim Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya melakukan penyelidikan dan diketahui motor yang ditawarkan merupakan motor yang dilaporkan hilang di curi.
"Atas hal tersebut tim melakukan penyelidikan hingga menangkap tersangka TI," kata Argo.
Dari keterangan TI kata dia motor tersebut didapat dari tersangka S.
"Dari keterangan S dan TI diketahui jaringan mereka ada di Pandeglang, yakni U dan Ilham," kata Argo.
Akhirnya, pihaknya membekuk U dan Ilham di Pandegang.
"Mereka mengaku, mendapat motor curian dari kelompok asal Lampung yang masih buron," katanya.
Atas perbuatannya keempat pelaku dijerat Pasal 480 KUHP tentang penadahan. "Yang ancaman hukumannya adalah penjara paling lama 4 tahun," kata Argo.
Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved