Jumlah Pengusaha di Indonesia Masih Sedikit, Bisnis Keluarga Dipandang Mampu Ciptakan Pengusaha Muda

“Di bawah payung bisnis keluarga, anak muda dapat membuat bisnis sendiri dan kita harus mencari cara agar terus tumbuh,” imbuhnya.

Jumlah Pengusaha di Indonesia Masih Sedikit, Bisnis Keluarga Dipandang Mampu Ciptakan Pengusaha Muda
Warta Kota/Zaki Ari Setiawan
Pengajar Entrepreneurship dan Family Business dari University of Vermont, USA, Pramodita Sharma (dua dari kiri) dan Rektor Prasetiya Mulya, Djisman Simandjuntak (paling kanan) di sela acara RIEE 2019, Universitas Prasetiya Mulya, Tangerang, Selasa (23/7/2019). 

Presentase pengusaha di Indonesia masih terhitung kecil yakni di bawah 5 persen jika dibandingkan dengan jumlah penduduknya.

Pengusaha-pengusaha muda pun diharapkan dapat terus bermunculan.

Dari presentase itu, pengusaha di Indonesia didominasi oleh pengusaha dari bisnis keluarga dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

“Pengusaha (dibandingkan) dengan pekerja tetap di Indonesia hanya 3,5 persen dari jumlah penduduk. Di banyak tempat hanya 5 sampai 7 persen, ini perlu dinaikan, karena dengan presentase sekecil itu, arena perkembangan mereka juga sempit, karena itu inflasi tidak berkembang,” kata Rektor Universitas Prasetiya Mulya, Djisman Simandjuntak, Selasa (23/7/2019) kepada Wartakotalive.com.

Djisman menambahkan, munculnya pengusaha-pengusaha baru akan menambah persentase hingga tumbuh cepat sampai lebih dari lima persen.

Semakin banyak pengusaha, maka akan ada dampak positif pada ekonomi nasional hingga penyerapan tenaga kerja.

“Pertanyaannya bagaimana kita mengupayakan jumlah pengusaha, itu tidak mudah, boleh orang tahu banyak, mahir dalam keahlian tapi tidak jadi pengusaha, masih ada sejenis black hole,” ujarnya.

Pengajar Entrepreneurship dan Family Business dari University of Vermont, USA, Pramodita Sharma menerangkan, bisnis keluarga dianggap dapat menjadi wadah bagi pertumbuhan pengusaha muda untuk memulai usaha.

Hal itu disampaikan Pramodita di sela-sela acara Roundtable for Indonesian Entrepreneurship Educators (RIEE) di Auditorium Prasetiya Mulya BSD, Tangerang.

“Bisnis keluarga berjalan baik bagi ekonomi di Indonesia, kami harap bisnis keluarga dapat berlanjut ke anggota keluarga yang paling muda untuk membuka usaha,” ungkap Pramodita.

Oleh karena itu, kata Pramodita, penting untuk mendorong pengusaha yang akan baru memulai usaha untuk menumbuhkan komunitas.

“Di bawah payung bisnis keluarga, anak muda dapat membuat bisnis sendiri dan kita harus mencari cara agar terus tumbuh,” imbuhnya.

Dalam RIEE yang menjadi ajang pertemuan antara akademisi hingga pelaku usaha, Pramodita menyampaikan sejumlah kiat untuk menghasilkan penelitian jurnal terkait bisnis dan menerbitkannya.

Acara ini merupakan kali ketujuh RIEE digelar dengan rangkaian rangkaian sharing pengetahuan dan pengalaman dalam enterpreneurship yang diterbitkan dalam jurnal.

Penulis: Zaki Ari Setiawan
Editor: Dedy
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved