Idul Adha

Bahaya! Panitia Idul Adha Jangan Gunakan Kantong Plastik Hitam untuk Kemas Daging Kurban

Kantong plastik merupakan jenis sampah yang membutuhkan waktu ratusan tahun untuk dapat terurai secara alami.

Bahaya! Panitia Idul Adha Jangan Gunakan Kantong Plastik Hitam untuk Kemas Daging Kurban
WARTA KOTA/DWI RIZKI
Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Andono Warih 

DINAS Lingkungan Hidup DKI Jakarta mengimbau seluruh panitia kurban atau Idul Adha di wilayah Ibu Kota, tidak menggunakan kantong Plastik Sekali Pakai (PSP) ketika membagikan daging kurban.

Terlebih, menggunakan kantong plastik hitam yang mengandung zat berbahaya bagi kesehatan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Andono Warih menjelaskan, kantong plastik merupakan jenis sampah yang membutuhkan waktu ratusan tahun untuk dapat terurai secara alami.

Ini Kata BMKG Soal Potensi Gempa 8,8 SR Disertai Tsunami 20 Meter di Selatan Jawa

Apalagi, kantong plastik hitam yang diketahui merupakan hasil proses daur ulang plastik bekas pakai itu, mengandung zat karsinogen yang sangat berbahaya bagi kesehatan.

Kantong plastik keresek berwarna, terutama hitam, jelasnya, merupakan produk daur ulang yang riwayat penggunaan sebelumnya tidak diketahui.

Mulai dari bekas wadah pestisida, limbah rumah sakit, limbah logam berat, hingga kotoran hewan atau manusia.

Golkar Sebut Jokowi Merah Rasa Kuning, tapi Cuma Sodorkan Lima Nama Calon Menteri

Selain itu, dalam proses daur ulang, produsen plastik menambahkan berbagai bahan kimia yang meningkatkan risiko bagi kesehatan.

"Kami imbau agar panitia kurban menggunakan wadah yang ramah lingkungan," imbaunya dalam siaran tertulis, Selasa (23/7/2019).

"Seperti daun pisang, daun talas, besek bambu, besek daun kelapa, besek daun pandan, atau bahan ramah lingkungan lainnya yang mudah dijumpai di Jakarta," sambungnya.

Wadah Pegawai Tegaskan Undang-undang Tak Atur Pimpinan KPK Harus Berasal dari Instansi Tertentu

Imbauan serupa untuk membungkus makanan, lanjutnya, telah lama digaungkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, tepatnya pada era kepemimpinan Gubernur Fauzi Bowo tahun 2009 silam.

Halaman
1234
Penulis: Dwi Rizki
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved