Pencemaran Lingkungan

Pemkot Minta Pusat Ikut Tangani Pencemaran Sungai Cileungsi yang Berimbas di Kali Bekasi

Pemkot Bekasi mendorong pemerintah pusat agar turun tangan menangani pencemaran Sungai Cileungsi, Kabupaten Bogor yang berimbas pada Kali Bekasi

Pemkot Minta Pusat Ikut Tangani Pencemaran Sungai Cileungsi yang Berimbas di Kali Bekasi
WARTA KOTA/MUHAMMAD AZZAM
Kali Bekasi kembali dipenuhi busa berwarna putih, Sabtu (9/2/2019). 

Pemerintah Kota Bekasi mendorong pemerintah pusat agar turun tangan menangani persoalan pencemaran Sungai Cileungsi, Kabupaten Bogor yang berimbas pada Kali Bekasi di Kota Bekasi.

Sebab kasus pencemaran lingkungan sudah sering terjadi, sehingga dikhawatirkan bisa mengancam ekosistem di dalamnya.

Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono mengatakan, pemerintah daerah sebetulnya telah memiliki Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) untuk memberikan laporan adanya kasus pencemaran lingkungan.

PPNS, kata dia, kemudian meneruskan laporan itu ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) untuk ditindaklanjuti.

"Ini kan sungai (Cileungsi) berada di bawah kewenangan pemerintah pusat, jadi harusnya PPNS pusatlah yang kemudian menindaklanjutinya," kata Tri pada Senin (22/7/2019).

Menurut Tri, PPNS Kota Bekasi memiliki keterbatasan menangani persoalan pencemaran lingkungan karena mengacu pada kewenangan yang diberikan.

PPNS Kota Bekasi, tambah dia, tidak bisa berbuat banyak bila lokasi kejadian bukan terjadi di wilayah kewenangannya.

"PPNS Kota Bekasi hanya memberikan report (laporan) saja, nanti mereka (pemerintah pusat) yang turun tangan," ujarnya.

Seperti diberitakan, air di Curug Parigi, Kelurahan Cikiwul, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi terindikasi tercemar limbah pabrik dari pabrik yang berdiri di sepanjang Sungai Cileungsi, Kabupaten Bogor, pada Sabtu (20/7/2019) lalu.

Saat itu, kondisi air berwarna hitam pekat dan mengeluarkan aroma busuk.

Ketua Komunitas Peduli Sungai Cileungsi-Cikeas (KP2C) Puarman, mengatakan pencemaran Sungai Cileungsi sering terjadi dan penyebabnya dari limbah pabrik yang berdiri di sepanjang sungai alam tersebut.

Pencemaran ini, kata dia, membuat masyarakat resah sehingga mereka mengadukan hal ini ke organisasinya.

"Dari Jumat (19/7/2019) ada puluhan warga melapor ke kami mengenai kondisi Sungai Cileungsi. Mereka minta diviralkan supaya menjadi perhatian pemerintah," ujar Puarman pada Sabtu (20/7/2019) lalu.

Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Mirmo Saptono
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved